Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Banjir Bandang Muria Merusak Jembatan Dukuh Domo, Warga Terpaksa Memutar Jauh

Andre Faidhil Falah • Minggu, 11 Januari 2026 | 13:34 WIB
AMBROL: Jembatan di Dukuh Domo, Desa Klakahkasian, Gembong terputus akhir pekan ini. 
AMBROL: Jembatan di Dukuh Domo, Desa Klakahkasian, Gembong terputus akhir pekan ini. 

PATI - Jembatan penghubung antar-dukuh di Desa Klakahkasihan, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, putus setelah diterjang banjir bandang pada Senin malam. Akibat kejadian tersebut, akses jalan yang menghubungkan sejumlah dukuh di Desa Klakahkasihan dan Desa Bageng terputus total.

Jembatan yang berada di wilayah Dukuh Domo itu ambruk ke tengah sungai setelah tak mampu menahan derasnya arus air. Banjir bandang terjadi menyusul hujan deras yang mengguyur kawasan Pegunungan Muria sejak sore hari, sehingga debit air sungai meningkat drastis.

Pantauan di lokasi menunjukkan, bagian barat jembatan runtuh ke dasar sungai akibat penyangga di ujung bangunan ambrol. Selain itu, tebing sungai di sekitar jembatan juga mengalami longsor, yang menyebabkan jalan cor menuju jembatan terputus dan tidak dapat dilalui kendaraan.

Putusnya jembatan tersebut memaksa warga yang biasa melintas harus mencari jalur alternatif dengan jarak tempuh yang lebih jauh. Warga terpaksa memutar melalui jalur Kendil atau Klakah, yang memakan waktu dan jarak beberapa kilometer lebih panjang.

Salah seorang warga, Warsono, mengatakan peristiwa ambruknya jembatan terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, air sungai naik dengan sangat cepat hingga akhirnya merobohkan jembatan.

“Air sungai naik cepat sekali. Tidak lama kemudian, jembatan ambruk,” ujarnya.

Menurut Warsono, jembatan di Dukuh Domo merupakan akses vital bagi warga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, seperti pergi ke sawah, ke pasar, hingga anak-anak yang berangkat ke sekolah. Jembatan tersebut juga menjadi jalur alternatif penting bagi warga dari sejumlah dukuh, antara lain Klakahkasihan, Karang Panas, Pakis, Jimat, hingga Pondokan di Desa Bageng.

“Sekarang harus memutar. Bisa lewat Kendil atau Klakah, tapi jaraknya lumayan jauh,” keluhnya.

Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan darurat, minimal dengan membangun jembatan sementara agar mobilitas dan aktivitas ekonomi warga tidak terganggu terlalu lama.

Sementara itu, Kepala Desa Klakahkasihan, Handziq S.J., menyampaikan bahwa pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah kecamatan dan BPBD Kabupaten Pati. Ia juga mengimbau warga agar tidak mendekati lokasi jembatan.

“Kami sudah melaporkan kejadian ini ke pihak kecamatan dan pemkab. Untuk sementara, warga kami imbau tidak mendekati lokasi karena kondisi tebing sungai masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan,” tegasnya. (adr)

Editor : Zainal Abidin RK
#banjir #jembata ambruk #BPBD