PATI – Rencana pendirian gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Tambaharjo, Kecamatan Pati, khususnya di wilayah Dusun Beran, memicu keberatan dari sejumlah warga.
Penolakan tersebut bahkan sempat terekam dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial.
Dalam rekaman itu terlihat warga terlibat perdebatan dengan anggota Koramil Pati Kota di area lokasi pembangunan.
Baca Juga: Sidang Eksepsi di PN Pati, Pentolan AMPB Bantah Dakwaan Jaksa
Salah seorang warga, Abdul Jabar, menjelaskan bahwa aksi penolakan muncul lantaran lokasi pembangunan KDMP berada di lapangan desa yang selama ini dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan olahraga.
Selain itu, warga juga merasa khawatir pembangunan tersebut akan berdampak pada keberadaan beberapa kios yang berada di sekitar tepi lapangan.
Menurut Abdul, dua hal tersebut membuat warga menilai pembangunan KDMP belum sepenuhnya mempertimbangkan kebutuhan dan kepentingan masyarakat sekitar.
Kekecewaan warga semakin bertambah karena janji pemerintah desa untuk melakukan perbaikan lapangan sepak bola hingga kini belum juga terwujud.
Warga pun menegaskan akan tetap menolak pembangunan KDMP apabila perbaikan lapangan tidak segera direalisasikan.
“Bukan menolak pembangunan, warga hanya ingin ada keseimbangan. Kalau koperasi dibangun, lapangan juga harus diperbaiki. Kami, termasuk teman-teman karang taruna, tidak ingin janji lagi. Lapangan harus benar-benar dibenahi supaya bisa dipakai latihan sepak bola,” tegas Abdul.
Baca Juga: Apes Tenan! Kepergok Warga, Pelaku Percobaan Curanmor di Tlogowungu Pati Diamankan Polisi
Ia menambahkan, saat ini telah tercapai kesepakatan antara warga, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan kepala desa untuk segera melakukan perbaikan lapangan sebelum pembangunan KDMP kembali dilanjutkan.
Sementara itu, Kepala Dusun Beran, Sulono, menegaskan bahwa pembangunan KDMP tidak akan menghilangkan atau merusak fasilitas umum, termasuk lapangan desa.
Ia menyebutkan bahwa penentuan lokasi pembangunan telah melalui proses musyawarah desa (musdes).
“Memang ada pemilik kios yang merasa terganggu, lalu mengajak pemuda dengan isu bahwa lapangan akan dirusak. Itu tidak benar. Hasil musdes sudah menyepakati lokasi ini untuk penataan Dusun Beran agar lebih baik dan bisa meningkatkan perekonomian warga,” jelasnya.
Sulono menambahkan, keberadaan lapangan tetap dipertahankan dan hanya mengalami sedikit pergeseran karena luas lahan masih mencukupi.
Dengan adanya kesepakatan tersebut, pihak desa berharap pembangunan KDMP Desa Tambaharjo dapat kembali dilanjutkan, sementara warga tetap bisa memanfaatkan lapangan desa untuk aktivitas olahraga. (adr)