Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tangis Petani Pati: Panen Raya di Depan Mata, Harga Bawang Merah Justru Terjun Bebas!

Alfian Dani • Kamis, 18 Desember 2025 | 15:16 WIB

 

Petani di Desa Ngurenrejo, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati menyiram bawang merah miliknya, Rabu (17/12/2025)
Petani di Desa Ngurenrejo, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati menyiram bawang merah miliknya, Rabu (17/12/2025)

PATI – Awan mendung menyelimuti optimisme para petani bawang merah di Kabupaten Pati.

Meski masa panen raya sudah di depan mata, kebahagiaan para petani terusik oleh anjloknya harga jual di tingkat produsen yang terjadi secara signifikan dalam dua pekan terakhir.

Di Desa Ngurenrejo, Kecamatan Wedarijaksa, raut cemas tampak di wajah Karyanto, salah satu petani setempat.

Ia mengungkapkan bahwa harga bawang merah kini terjun bebas dari kisaran $Rp 30.000$ per kilogram menjadi hanya $Rp 20.000$ per kilogram.

“Penurunannya sangat terasa, sudah sekitar 15 hari ini. Padahal pertengahan Januari 2026 nanti kami sudah mulai masuk masa panen. Jika tren ini berlanjut, kami khawatir modal tidak akan kembali,” keluh Karyanto saat ditemui pada Rabu(17/12/2025).

Bayang-bayang Kerugian di Ambang Panen

Senada dengan petani, Ketua Asosiasi Bawang Merah Kabupaten Pati, Kasnawi, membenarkan adanya fluktuasi harga yang tidak menguntungkan tersebut.

Menurut catatannya, harga saat ini bahkan menyentuh angka terendah untuk komoditas kualitas tertentu.

“Saat ini harganya di kisaran $Rp 20.000$ hingga $Rp 21.000$ per kilogram. Bahkan untuk ukuran kecil (BS), harganya lebih memprihatinkan, hanya laku $Rp 17.000$ sampai $Rp 18.000$ per kilogram,” jelas Kasnawi.

Kasnawi menekankan bahwa kondisi ini jauh dari angka ideal. Berdasarkan ketentuan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag), harga acuan pembelian di tingkat petani seharusnya berada di rentang $Rp 25.000$ hingga $Rp 31.000$ per kilogram agar petani bisa mendapatkan margin keuntungan yang layak.

Desakan Stabilisasi Harga

Ketidakstabilan ini menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan hidup petani kecil.

Kasnawi memaparkan bahwa dengan harga di bawah $Rp 21.000$, keuntungan yang didapat sangatlah tipis, bahkan cenderung merugi jika dikalkulasi dengan biaya operasional yang tinggi.

“Petani kecil yang lahannya terbatas paling terdampak. Keuntungan seribu-dua ribu rupiah per kilogram itu jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga dan biaya pendidikan anak,” tegasnya.

Pihak asosiasi kini mendesak pemerintah daerah maupun pusat untuk segera melakukan langkah konkret guna menstabilkan harga sebelum puncak panen raya tiba.

Intervensi kebijakan sangat diharapkan agar nasib para pahlawan pangan di pesisir utara ini tidak semakin terhimpit di tengah potensi melimpahnya hasil bumi mereka sendiri. (ade)

Editor : Mahendra Aditya
#kesejahteraan petani #pati hari ini #petani pati #harga bawang