RADAR KUDUS – Dua gudang milik PT Dua Kelinci di Kecamatan Margorejo, Pati, dilalap api pada Senin (1/12/2025) malam.
Kobaran pertama terpantau muncul dari sisi belakang bangunan dan dalam waktu singkat membesar.
Tidak sampai tiga puluh menit, api sudah menyelimuti hampir seluruh bagian gudang, menghasilkan lidah api setinggi belasan meter yang terlihat jelas dari kawasan permukiman Dukuh Lumpur, Desa Bumirejo.
Ledakan keras yang datang dari arah gudang membuat warga panik dan berhamburan menjauhi lokasi.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus, sejumlah ibu-ibu, anak-anak, hingga lansia bergegas mencari tempat aman.
Beberapa menit kemudian, puluhan warga kembali mendekat untuk memberikan pertolongan awal.
Tanpa menunggu instruksi, mereka membentuk rantai manusia, mengoper ember berisi air dari sumur dan saluran irigasi untuk menahan merambatnya api sembari menunggu kedatangan unit damkar.
“Kami langsung turun tangan, tidak menunggu perintah,” ungkap salah seorang warga.
Di area pabrik, para pekerja segera dievakuasi. Sebagian membantu rekan yang sempat terperangkap asap tebal agar bisa keluar dengan aman dan teratur.
Baca Juga: Belum Ada Korban Jiwa, Penyebab Kebakaran Gudang Dua Kelinci Pati Masih Diselidiki
Kasatpol PP Pati, Tri Wijanarko, menjelaskan bahwa laporan pertama diterima sekitar pukul 19.41 WIB.
Tak lama kemudian, armada pemadam dari Pos Pati, Kayen, dan Juwana langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian.
Hingga pukul 23.00 WIB, dipastikan tidak ada korban jiwa, seluruh pekerja berhasil dievakuasi lebih awal.
Keterangan saksi menyebutkan bahwa percikan pertama terlihat dari gudang produksi usai pukul 19.00 WIB.
Angin kencang serta banyaknya material mudah terbakar membuat api cepat merayap ke dua gudang berlantai tiga yang memiliki ventilasi terbatas.
Baca Juga: Kebakaran Besar di PT Dua Kelinci Pati: Api Diduga dari Gudang Snack Merembet ke Bangunan Lain
Kasi Damkar Satpol PP Pati, Wahyu Widiatmoko, menuturkan bahwa laporan masuk pukul 19.50 WIB dan petugas segera bergerak.
Bantuan dari Damkar Kudus, BPBD Pati, PMI, Pabrik Gula Trangkil, serta unit lain turut memperkuat pemadaman.
Total sedikitnya 25 mobil pemadam dan belasan tangki air keluar masuk area pabrik secara bergantian.
Struktur bangunan yang tertutup membuat api terperangkap dan sulit dikendalikan.
Tim pemadam harus mengubah pola penanganan dengan menyerang api dari atap sebelum membuka jalur udara dari bawah.
Hingga tengah malam, sekitar separuh area tengah pabrik dapat diamankan.
Sekitar pukul 21.00 WIB, api justru tampak makin besar disertai asap hitam pekat yang menjulang tinggi.
Letak pabrik yang berada tak jauh dari jalur Pantura Pati–Kudus membuat polisi menutup sebagian akses jalan guna menghindari kemacetan dan kerumunan warga.
Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi, menyebut timnya melihat api telah merambat ke lantai bawah bangunan saat pertama kali tiba di lokasi.
Total sekitar 40 kendaraan pemadam, truk tangki, hingga ambulans disiagakan. Unit Samapta, Lantas, Reskrim, Intelkam, dan Inafis juga langsung diterjunkan.
“Prioritas kami adalah memastikan seluruh pekerja selamat,” tegasnya.
Material berupa tepung, plastik kemasan, dan produk makanan ringan mempercepat penyebaran api dan menyulitkan proses pemadaman.
Hingga pukul 02.30 WIB, kobaran masih belum dapat dipadamkan sepenuhnya, bahkan salah satu bangunan gudang ambruk akibat suhu panas yang ekstrem.
Baca Juga: Bikin Panik! Kebakaran Besar Landa Gudang PT Dua Kelinci di Pati, Penyebab Masih Misterius
Dari arah Dukuh Lumpur, warga melihat asap hitam pekat menutupi langit malam.
Dentuman dari dalam gudang kembali terdengar, membuat sebagian warga memilih mengungsi, sementara yang lain tetap membantu pemadaman dari jarak aman.
Kapolresta memastikan tidak ada korban jiwa. Sementara itu, pihak perusahaan sedang mengumpulkan data untuk menghitung total kerugian yang diperkirakan sangat besar.
Petugas Inafis telah mengamankan lokasi dan memastikan tidak ada pekerja tertinggal di dalam area.
Setelah api benar-benar padam, olah TKP akan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.
Sumber internal perusahaan menyebut area RMPN dan Finished Good termasuk yang mengalami kerusakan paling parah.
Editor : Ali Mustofa