RADAR KUDUS — Kebakaran hebat melanda gudang PT Dua Kelinci, Tbk pada Senin malam (1/12) sekitar pukul 19.30 WIB.
Api dengan cepat menguasai area RMPN dan bagian penyimpanan Finish Good, menjadikan kedua lokasi itu titik yang paling parah terdampak.
Kepala Satpol PP Kabupaten Pati, Tri Wijanarko, mengatakan bahwa hingga kini tim penyidik masih menelusuri penyebab pasti terjadinya kebakaran.
“Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 21.43 WIB dengan dukungan berbagai armada pemadam dan kendaraan pendukung,” ujar Tri.
Unit pemadam yang dikerahkan mencakup Damkar Satpol PP Pati, EWC Shabara Polres Pati, Damkar Brimob, Damkar PMI, Damkar BPBD Pati, serta unit tambahan dari PT Djarum, PG Trangkil, dan PT Nojorono.
Selain itu, lima mobil tangki air disiapkan untuk memastikan pasokan air tidak terputus.
Petugas terus berupaya menahan merambatnya api ke bangunan lain di kompleks industri tersebut.
Menurut laporan yang diterima Jawa Pos Radar Kudus, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Meski demikian, kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp50 miliar.
Camat Margorejo, Arif Fadhilah, menuturkan bahwa tim gabungan masih melakukan pemadaman lanjutan serta pendinginan area gudang.
Baca Juga: Bikin Panik! Kebakaran Besar Landa Gudang PT Dua Kelinci di Pati, Penyebab Masih Misterius
“Untuk penyebabnya, masih menunggu hasil penyelidikan,” jelasnya.
Tri menambahkan bahwa pihaknya menerima informasi kebakaran pada pukul 19.41 WIB, disusul pengerahan cepat armada dari tiga pos damkar: Pati, Kayen, dan Juwana.
“Api cukup besar, jadi penanganan harus segera dilakukan. Armada tambahan dan para relawan terus berdatangan,” ungkapnya.
Bantuan lain turut mengalir dari BPBD Pati, relawan Djarum, serta tenaga medis dan logistik dari PMI.
Sementara itu, berdasar kesaksian warga di lokasi, kebakaran di gudang PT Dua Kelinci yang berlokasi di Kecamatan Margorejo itu pertama kali terlihat menyala di bagian belakang bangunan.
Baca Juga: Kebakaran di Jalur Pantura: Gudang Dua Kelinci Pati Dilalap Api
Hanya dalam beberapa menit, api membesar dan menjulang hingga belasan meter.
Asap pekat membubung tinggi dan terlihat jelas dari permukiman warga di Dukuh Lumpur, Desa Bumirejo. Bau menyengat dari material yang terbakar menyelimuti area sekitar.
Beberapa kali terdengar suara ledakan dari dalam gudang, membuat warga panik.
Sejumlah lansia, ibu-ibu, dan anak-anak tampak mencari tempat aman sambil menunggu informasi lanjutan.
Namun situasi berubah menjadi aksi solidaritas.
Warga secara spontan bekerja sama membantu pemadaman awal dengan membentuk rantai manusia untuk mengalirkan air dari sumur dan jaringan irigasi menuju titik api.
“Kami langsung ikut bantu karena keadaannya darurat,” ujar salah satu warga.
Sementara itu, para pekerja pabrik bergegas menuju titik evakuasi.
Beberapa karyawan tampak membantu rekan mereka keluar dari area yang berbahaya sehingga proses evakuasi berlangsung cepat dan tertib.
Editor : Ali Mustofa