PATI - Warga Dukuh Lembah, Desa Mojo, Cluwak digegerkan oleh kemunculan sosok menyerupai pocong saat acara hajatan dangdut, Minggu (9/11) malam.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 22.30 itu membuat panik sejumlah warga, terutama ibu-ibu yang tengah memasak di belakang rumah tempat acara berlangsung.
Menurut keterangan Kepala Desa Mojo, Wiwit Edy Wuryanto, kemunculan sosok pocong di wilayahnya bukan kali pertama terjadi.
Ia menyebut, warga sudah beberapa kali melaporkan penampakan serupa, bahkan ada yang mengaitkannya dengan praktik pesugihan atau ritual mencari uang secara instan.
“Kejadiannya waktu ada orang punya hajat, tiba-tiba ramai-ramai karena ada pocong yang ketangkap kainnya. Motifnya, kalau di desa, biasanya dikaitkan dengan mencari uang lewat pesugihan,” ujarnya kepada wartawan.
Wiwit menambahkan, selain menimbulkan ketakutan, beberapa warga juga sempat mengaku kehilangan uang dalam waktu berdekatan dengan munculnya penampakan pocong.
“Ibu-ibu di sekitar sini pernah cerita kehilangan uang Rp50 ribu sampai Rp100 ribu. Kalau uang besar satu juta, hilangnya ya sebagian saja. Ceritanya begitu di lingkungan,” imbuhnya.
Dari penuturan warga, pocong tersebut muncul di kebun belakang rumah seorang warga bernama Mualem.
Saat para ibu sedang memasak dan mencuci piring, tiba-tiba muncul sosok putih melompat-lompat di antara pepohonan.
Warga yang ketakutan sontak berteriak, sehingga menarik perhatian warga lain yang segera berusaha mengejar sosok misterius itu.
Namun, upaya penangkapan hanya berhasil mendapatkan selembar kain putih menyerupai mukena bagian atas.
Warga menduga kain itu digunakan sebagai kostum oleh pelaku untuk menakut-nakuti warga.
“Pas ditangkap ternyata cuma rukuh bagian atas, pelakunya langsung lari. Jadi yang tertinggal hanya kainnya saja,” jelas Aiptu Bambang Asmoro, Kepala Unit Provos Polsek Cluwak, saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Menurut Bambang, hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa sosok pocong tersebut hanyalah ulah orang iseng.
Tidak ada unsur mistis maupun gangguan serius terhadap keamanan warga.
“Itu hanya orang jahil. Warga sempat heboh, tapi setelah dijelaskan, aktivitas masyarakat kembali normal. Acara dangdut malam itu pun tetap berlangsung sampai pukul 23.00 ,” terangnya.
Meski demikian, pihak Polsek Cluwak tetap mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan dan mengaktifkan kembali pos keamanan lingkungan (poskamling).
“Kami sudah mengadakan patroli rutin dan meminta warga kembali mengaktifkan poskamling. Sebelumnya sempat pasif, tapi setelah kejadian ini, sudah mulai jalan lagi,” tambahnya.
Bambang menegaskan, kejadian teror pocong di Desa Mojo tidak berkaitan dengan peristiwa serupa yang sempat viral pada tahun 2024.
Hingga kini, polisi masih menelusuri siapa pelaku di balik aksi jahil tersebut serta apa motifnya.
“Belum tahu motifnya apa, tapi kemungkinan hanya menakut-nakuti warga. Kasus tahun 2024 juga belum terjawab, dan yang sekarang pun tampaknya tidak terkait,” tandasnya. (adr)
Editor : Ali Mustofa