Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Gara-Gara Google Maps, Bus Peziarah Asal Ngawi Nyangkut di Hutan Pati dan Nyaris Terperosok, Penumpang Panik

Redaksi Radar Kudus • Rabu, 29 Oktober 2025 | 21:41 WIB

 

NYUNGSEP: Bus peziarah nyasar di area persawahan Desa Plukaran, Gembong pada Rabu (29/10).
NYUNGSEP: Bus peziarah nyasar di area persawahan Desa Plukaran, Gembong pada Rabu (29/10).

PATI – Peristiwa unik sekaligus menegangkan terjadi di kawasan Hutan Plukaran, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati.

Sebuah bus rombongan peziarah asal Ngawi, Jawa Timur, tersesat hingga masuk kawasan hutan setelah mengikuti petunjuk arah dari aplikasi Google Maps, Rabu (29/10) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Video bus berukuran besar yang terjebak di jalan sempit dan menanjak itu viral di media sosial setelah diunggah akun Instagram @patisakpore.

Dalam rekaman, tampak bus kesulitan bermanuver di jalur curam dan licin, membuat warga sekitar ikut membantu agar kendaraan tidak tergelincir ke jurang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bus dengan nomor polisi AE 7621 UKI dikemudikan oleh Kartin (50), warga Desa Sumberbening, Kecamatan Karangjati, Ngawi.

Ia membawa 35 penumpang yang tengah berziarah ke makam para wali.

Setelah berkunjung ke Makam Saridin di Kayen, rombongan berencana melanjutkan perjalanan menuju Makam Sunan Muria.

Namun di tengah perjalanan, sopir yang belum mengenal medan pegunungan Pati itu memilih mengandalkan Google Maps.

Nahas, jalur yang direkomendasikan malah mengarahkan bus menuju jalan pedesaan di perbatasan Desa Bageng dan Desa Plukaran, yang tidak layak untuk kendaraan besar.

Saat menanjak, mesin kehilangan tenaga hingga bus nyaris terperosok.

Kapolsek Gembong AKP Lilik Supardi membenarkan kejadian tersebut.

“Benar, sekitar pukul dua dini hari kami menerima laporan. Bus rombongan ziarah dari Ngawi tersesat di tanjakan wilayah Plukaran,” ujarnya, Rabu (29/10).

Menurutnya, medan di lokasi memang berbahaya untuk kendaraan besar.

“Jalannya sempit, curam, dan beberapa titik licin karena hujan. Kalau mobil kecil mungkin masih bisa, tapi bus besar sangat berisiko,” jelasnya.

Beruntung, seluruh penumpang selamat meski sempat panik. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

“Semua penumpang aman, hanya sedikit shock,” tambah Kapolsek.

Proses evakuasi bus sempat terkendala karena medan sulit dijangkau alat berat. Penarikan dilakukan secara manual dengan bantuan warga dan petugas.

Kapolsek mengimbau para sopir agar tidak sepenuhnya bergantung pada aplikasi navigasi digital, terutama saat melintasi wilayah pegunungan.

“Lebih baik bertanya pada warga atau petugas setempat bila tidak mengenal medan,” tegasnya.

Rombongan peziarah akhirnya dievakuasi dan dijemput bus pengganti untuk melanjutkan perjalanan menuju Makam Sunan Muria. (adr)

Editor : Ali Mustofa
#kendaraan #Google maps #sunan muria #penumpang #pati #hutan #peziarah