PATI - Para pelaku kasus penyerangan sekelompok pemuda di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan belum ditangkap oleh pihak kepolisian.
Karena itu orang tua korban mendesak agar kepada Polresta Pati untuk bertindak tegas dan segera mengamankan pelaku penyerangan yang diduga dilakukan oleh pemuda Desa Raci Kecamatan Batangan.
Hal ini membuat orang tua korban resah, dan mendatangi Polresta Pati untuk mempertanyakan perkembangan kasus tersebut.
Diketahui aksi penyerangan itu terekam dalam CCTV, terlihat saat sejumlah pemuda yang diduga asal Desa Raci, menyerang pemuda di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan.
Dalam rekaman yang sudah beredar luas, terlihat kelompok pemuda menyerang secara membabi buta warga yang dijumpai di jalanan.
Namun, hingga hari ketiga setelah kasus dilaporkan, belum ada perkembangan signifikan dari pihak kepolisian.
Kondisi ini membuat orang tua korban mendatangi Polresta Pati, mendesak kasus segera diungkap.
“Kedatangan saya ke Polresta Pati ingin mempertanyakan sekaligus mendesak agar kasus pengeroyokan terhadap anak saya segera diungkap," ungkap Hasanudin orang tua korban saat mendatangi Polresta Pati, Selasa (9/9) siang.
"Bukti rekaman CCTV dan video amatir sudah sangat jelas, pelaku masuk desa dan menyerang secara terbuka," lanjutnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Heri Dwi Utomo, memastikan kasus ini menjadi prioritas.
Polisi sudah mengantongi nama-nama terduga pelaku dan saat ini masih dalam pengejaran.
“Kasus ini menjadi prioritas pengungkapan. Nama-nama pelaku sudah kami kantongi dan masih dalam pengejaran," papar Kasat Reskrim.
Diberitakan sebelumnya, sekelompok pemuda yang diduga warga Desa Raci, menyerang pemuda yang nongkrong di depan Balai Desa Ketitangwetan.
Tidak berhenti di situ, mereka kembali masuk ke desa dan menyerang pemuda lain yang ditemui di jalanan.
Akibat kejadian ini, empat korban mengalami luka-luka dan dilarikan ke Puskesmas Batangan.
Sehari kemudian, tiga korban lainnya juga melapor setelah menjalani visum. (aua)
Editor : Ali Mustofa