JAKARTA – Ratusan warga asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memadati halaman depan Gedung Merah Putih KPK, Senin pagi sekitar pukul 09.30 WIB.
Kedatangan mereka langsung disertai kegiatan selawatan di area jalan depan gedung.
Laporan pewarta ANTARA dari lokasi menyebutkan, ratusan warga Pati melakukan doa bersama di hadapan Gedung Merah Putih KPK.
Baca Juga: Warga Pati Mulai Bersiap ke KPK, Ini Tujuan Mereka
Petugas kepolisian dan satpam tampak berjaga serta mengatur arus lalu lintas agar kegiatan berjalan tertib.
Warga yang datang menggunakan sejumlah bus itu membawa poster berisi tangkapan layar pemberitaan terkait Bupati Pati, Sudewo.
Sebelumnya, pada 27 Agustus 2025, Sudewo dipanggil oleh KPK sebagai saksi dalam dugaan kasus suap pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api yang berada di bawah Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.
Sudewo mengaku telah memberikan keterangan jujur dan apa adanya kepada penyidik, termasuk terkait aliran dana yang diselidiki.
Nama Sudewo pernah muncul dalam persidangan kasus yang menjerat Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Jawa Bagian Tengah, Putu Sumarjaya, dan pejabat pembuat komitmen BTP, Bernard Hasibuan, di Pengadilan Tipikor Semarang, pada 9 November 2023.
Dalam sidang itu, KPK menunjukkan barang bukti berupa uang tunai senilai sekitar Rp3 miliar yang disita dari rumah Sudewo, baik dalam pecahan rupiah maupun mata uang asing.
Meski demikian, Sudewo membantah menerima uang tersebut.
Baca Juga: Pelayanan Publik di Pati Berjalan Normal, Warga: Pengurusan Tetap Lancar
Dia juga menegaskan tidak pernah menerima Rp720 juta dari pegawai PT Istana Putra Agung maupun Rp500 juta dari Bernard Hasibuan melalui stafnya, Nur Widayat.
Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 11 April 2023 di Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah DJKA Kemenhub, yang kini telah berganti nama menjadi BTP Kelas I Semarang.
KPK menetapkan 10 orang sebagai tersangka awal dan menahan mereka terkait dugaan korupsi proyek pembangunan serta pemeliharaan jalur kereta api di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.
Hingga November 2024, jumlah tersangka naik menjadi 14 orang, dan dua korporasi juga ditetapkan sebagai tersangka. Pada 12 Agustus 2025, KPK kembali menahan tersangka ke-15, ASN Kemenhub bernama Risna Sutriyanto.
Proyek yang menjadi sorotan meliputi pembangunan jalur ganda Solo Balapan-Kadipiro-Kalioso, jalur kereta api di Makassar, empat proyek konstruksi serta dua proyek supervisi di Lampegan, Cianjur, dan proyek perbaikan perlintasan sebidang di Jawa dan Sumatera.
Dugaan korupsi terjadi melalui pengaturan pemenang proyek sejak tahap administrasi hingga penentuan tender.
Editor : Ali Mustofa