Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Warga Pati Berbondong-bondong Kirim Surat Ditujukan ke KPK, Kantor Pos Pati Kebanjiran Untung Senilai Rp 35 Juta

Andre Faidhil Falah • Senin, 25 Agustus 2025 | 21:17 WIB
SETOR: Warga Pati membayar biaya pengiriman surat ke KPK di Kantor Pos Pati pada Senin (25/8)
SETOR: Warga Pati membayar biaya pengiriman surat ke KPK di Kantor Pos Pati pada Senin (25/8)

 

 

PATI - Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menggelar aksi damai dengan mengirim ribuan surat ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Kantor Pos Pati, Senin (25/8). Biaya per surat Rp 14 ribu.

Aksi ini merupakan bentuk desakan warga agar Bupati Pati, Sudewo, segera ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi proyek jalur kereta api di DJKA Kemenhub tahun anggaran 2022–2024.

Sejak pukul 08.00, massa sudah berkumpul di depan posko donasi yang berada di depan Kantor Bupati Pati.

Beberapa truk terparkir di lokasi, sementara spanduk berisi tuntutan penangkapan Bupati Sudewo terbentang di sekitar area aksi.

Menjelang siang, sekitar pukul 11.00, ratusan warga mulai bergerak dari Alun-alun Pati menuju Kantor Pos di Jalan Jenderal Sudirman.

Di tempat itu, mereka secara simbolis mengirim surat kolektif yang ditujukan kepada KPK.

Isi surat berisi tuntutan agar lembaga antirasuah segera memeriksa, menetapkan tersangka, sekaligus menahan Bupati Sudewo.

Pengiriman warga kali ini diperkirakan mencapai 2.500-an surat. Sementara itu, ada juga yang diwakilkan oleh pihak koordinator.

“300-an orang yang datang ke kantor pos. Totalnya 2.500-an. ada yang diwakilkan,” terang Koordinator aksi Sri Mulyati.

Kalkulasinya, per surat itu ongkos kirimnya Rp 14.000. Sedangkan aksi yang berpartisipasi sebanyak 2.500-an surat.

Sementara itu, pihaknya juga menyediakan amplop untuk mengirim surat. Itu bagi mereka yang tak membawa ampol.

“Kami menyediakan 10.000-an amplop. Kan ada yang tak membawa jadi kami menyediakan,” pungkasnya.

Salah satu warga Mulyani mengaku dirinya mengirim surat dengan niat sendiri. Bukan dorongan dari berbagai pihak. 

Mulyani mengirim surat merogoh gocek sekitar Rp 14 ribu. Itu dilayangkan untuk KPK. 

“Saya sudah mengirim surat. Tadi sama teman-teman,” paparnya. (adr)

Editor : Ali Mustofa
#kpk #donasi #aksi damai #pati #kantor pos