Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Demo Bupati Pati: Polisi Pastikan Tak Ada Korban Jiwa, 34 Orang Luka-luka

Mahendra Aditya Restiawan • Kamis, 14 Agustus 2025 | 00:20 WIB
Suasana demo di Pati pada tanggal 13 Agustus 2025
Suasana demo di Pati pada tanggal 13 Agustus 2025

PATI – Kepolisian Daerah Jawa Tengah memastikan tidak ada korban meninggal dunia dalam aksi unjuk rasa yang digelar di Kabupaten Pati pada Rabu, 13 Agustus 2025.

Demo yang memanas dan berujung bentrokan tersebut menimbulkan korban luka di pihak kepolisian maupun masyarakat, namun tidak sampai merenggut nyawa.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jateng, Komisaris Besar Artanto, saat memberikan keterangan di Pendopo Kabupaten Pati.

Baca Juga: Demo Pati Berakhir Ricuh: 11 Orang Ditangkap, Gas Air Mata, Water Cannon, dan Mobil Polisi Terbakar

Menurutnya, isu yang beredar mengenai adanya korban tewas tidak benar setelah dilakukan pengecekan menyeluruh.

“Kami sudah mengonfirmasi dan menelusuri kabar yang menyebut ada masyarakat meninggal akibat aksi unjuk rasa ini. Hasil penelusuran hingga sore hari ini menyatakan nihil, tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut,” jelas Artanto.

Korban Luka Mencapai 34 Orang

Bentrok yang terjadi antara massa aksi dan aparat keamanan menyebabkan 34 orang mengalami luka-luka.

Dari jumlah tersebut, tujuh di antaranya adalah anggota kepolisian. Sisanya merupakan warga yang terlibat atau berada di lokasi kejadian.

Artanto menjelaskan bahwa luka yang dialami korban bervariasi, mulai dari lebam, luka robek pada kulit, hingga cidera di bagian kepala.

Beberapa korban juga mengalami sesak napas akibat paparan gas air mata yang digunakan untuk membubarkan massa.

“Korban masyarakat rata-rata mengalami sesak napas akibat gas air mata. Sementara dari pihak kepolisian, ada yang mengalami luka lebam hingga bocor di kepala. Sebagian besar korban telah mendapatkan perawatan medis, dan ada yang sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit,” terangnya.

Baca Juga: Terkini Demo Pati 13 Agustus: Bupati Pati Sudewo Menolak Penuhi Tuntutan Demonstran untuk Mundur: Saya Kan Dipilih Rakyat Secara Konstitusional

Aksi Demo Awalnya Damai, Berubah Ricuh

Aksi protes yang digelar oleh sejumlah warga Pati awalnya berlangsung kondusif.

Namun, situasi mulai memanas setelah terjadi pelemparan berbagai benda ke arah petugas keamanan, termasuk botol air mineral, batu, tongkat, hingga buah-buahan busuk. Tindakan ini memicu reaksi dari aparat.

Pihak kepolisian kemudian menembakkan water cannon dan gas air mata untuk membubarkan kerumunan.

Massa yang tersisa digiring menjauh dari Alun-Alun Pati untuk mencegah bentrokan lanjutan. Namun, pelemparan balasan dari demonstran sempat terjadi, membuat situasi semakin kacau.

Dalam insiden tersebut, satu unit mobil milik Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri hangus terbakar.

Polisi menyatakan tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pembakaran dan provokator kerusuhan.

Baca Juga: Update Demo Pati 13 Agustus 2025: Massa Aksi Membawa Atribut Dari Keranda Bertuliskan Keranda Penipu Hingga Bendera One Piece Ikut Berkibar

Pemicu Demo: Kenaikan PBB yang Sudah Dibatalkan

Unjuk rasa besar-besaran ini dipicu oleh kebijakan Bupati Pati, Sudewo, yang semula berencana menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250 persen.

Keputusan tersebut memicu gelombang protes karena dinilai memberatkan warga, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Menariknya, sebelum aksi digelar, pemerintah daerah sudah mengumumkan pembatalan rencana kenaikan pajak tersebut.

Namun, massa tetap turun ke jalan dengan membawa sejumlah tuntutan lain, termasuk penolakan terhadap program-program yang dinilai tidak berpihak pada rakyat serta desakan agar bupati mundur dari jabatannya.

Suasana demo di Pati pada tanggal 13 Agustus 2025
Suasana demo di Pati pada tanggal 13 Agustus 2025

Polisi Terus Lakukan Patroli

Pasca kerusuhan, Polda Jateng mengerahkan personel untuk melakukan patroli di wilayah Kota Pati.

Langkah ini bertujuan memastikan situasi tetap aman dan mencegah terjadinya bentrokan susulan.

“Kami melakukan patroli untuk memastikan kota Pati dalam keadaan kondusif. Fokus kami adalah menjaga keamanan masyarakat dan menghalau potensi gangguan ketertiban,” ujar Artanto.

Proses Hukum bagi Pelaku Kericuhan

Polisi mengamankan sedikitnya 11 orang yang diduga menjadi provokator dalam bentrokan tersebut.

Saat ini, mereka sedang menjalani pemeriksaan intensif di kepolisian. Penegak hukum berkomitmen memproses kasus ini secara profesional dan transparan.

Penyelidikan mencakup identifikasi pelaku pelemparan, pembakaran kendaraan dinas, hingga pihak-pihak yang memicu eskalasi situasi di lapangan.

Aparat menegaskan bahwa tindakan anarkis tidak dapat dibenarkan, sekalipun dilakukan dalam konteks demonstrasi.

Pesan Kepolisian kepada Masyarakat

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara damai dan sesuai aturan hukum yang berlaku.

Aksi unjuk rasa, menurut polisi, seharusnya menjadi sarana penyampaian pendapat yang konstruktif, bukan ajang bentrokan yang menimbulkan kerugian materi maupun korban luka.

Dengan tidak adanya korban jiwa, diharapkan situasi di Pati bisa segera pulih, dan seluruh pihak dapat menempuh jalur dialog dalam menyelesaikan perbedaan pendapat.

Kerusuhan yang terjadi dalam demo di Pati pada 13 Agustus 2025 telah menimbulkan kerugian materi dan korban luka di kedua belah pihak, namun tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Kepolisian berkomitmen menjaga keamanan dan memproses hukum para pelaku provokasi.

Editor : Mahendra Aditya
#Bupati Pati Dikabarkan mundur #Demo Pati Ricuh #aksi demo ricuh di pati #Bupati Pati Didemo Besar besaran Rakyatnya #bupati #Perlawanan Rakyat Pati adalah #dprd pati #bupati pati #alun alun kota pati #Demo pati bentrok #Polisi Dipukuli Massa Demo Pati #tuntut bupati sudewo mundur #bupati harus turun jabatan #Pati Menggugat #bupati pati dimakzulkan #pemakzulan bupati #Pati Rusuh #revolusi dimulai dari pati #Demo Bupati Pati #pemakzulan Bupati Pati #korban demo pati #bupati pati turun dari jabatan #Korban meninggal demo pati #profil bupati pati