Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mohon Dibantu Lur... Siswa SMK Negeri 4 Tegal Dikabarkan Hilang Ketika PKL di Kapal Asal Pati di Madura, Begini Kronologinya

Andre Faidhil Falah • Selasa, 8 Juli 2025 | 22:43 WIB
DUDUK BARENG: Kepolisian, pihak kapal bertemu keluarga korban di Kabupaten Tegal belum lama ini. 
DUDUK BARENG: Kepolisian, pihak kapal bertemu keluarga korban di Kabupaten Tegal belum lama ini. 

PATI - Seorang siswa PKL asal Tegal hilang ketika praktik di kapal asal Pati.

Kejadian itu diduga saat kapal tengah bergeser posisi usai menarik jangkar di Madura. 

Kejadian itu bermula ketika siswa praktik kerja lapangan (PKL) dari SMK Negeri 4 Tegal pada 23 Juni lalu.

Saat kapal tempatnya bertugas sedang berlayar di perairan Kangean, Madura, Jawa Timur.

Siswa bernama MDS (16) itu dinyatakan hilang sekitar pukul 14.30 di atas KM. 

Mekar Sari GT 99, diduga saat kapal tengah bergeser posisi usai menarik jangkar.

Sebelum dinyatakan hilang, MDS terakhir kali terlihat sekitar pukul 11.00 ketika rekan-rekannya mengajaknya makan siang.

Namun, setelah itu, keberadaannya tidak diketahui lagi.

Pencarian langsung dilakukan oleh kru kapal dan rekan-rekan siswa di seluruh bagian kapal, namun hasilnya nihil.

Kejadian tersebut segera dilaporkan dan memicu pencarian besar-besaran oleh unsur SAR, termasuk Basarnas, Polairud, dan kapal-kapal lain di sekitar lokasi kejadian.

Hingga saat ini, upaya pencarian masih terus dilakukan dengan melibatkan berbagai instansi terkait.

Sebagai bentuk kepedulian dan pendampingan kemanusiaan, Satpolairud Polresta Pati memfasilitasi pertemuan antara pihak keluarga korban dengan pemilik kapal KM.

Mekar Sari, Edi Santiko, di rumah keluarga korban di Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, pada Minggu (6/7), pukul 14.50.

Pertemuan yang penuh haru ini dihadiri oleh IPDA Lis Purnomo beserta anggota Satpolairud, perwakilan LPK CV. Samurda Rahayu Perkasa, Kepala SMK Negeri 3 Tegal Drs. Bedjo serta unsur masyarakat seperti Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan perangkat RT/RW setempat.

Kasat Polairud Polresta Pati, Kompol Hendrik Irawan, menyampaikan bahwa kehadiran polisi tidak hanya untuk menjaga keamanan.

Tetapi juga untuk menunjukkan empati dan membantu keluarga korban dalam memahami kondisi dan perkembangan secara utuh.

“Kami hadir mendampingi agar informasi yang disampaikan kepada keluarga dapat diterima secara jujur dan transparan. Jangan sampai muncul simpang siur yang justru memperparah situasi batin keluarga,” tegas Kompol Hendrik. (Andre Faidhil Falah)

Editor : Ali Mustofa
#kru kapal #Hilang #keluarga korban #PKL Diktiristek Batch 14 #polairud #Madura #DKP