Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Viral Goyang Trio Serigala Gegerkan Pendopo Pati: Bupati Sudewo Minta Maaf, Ini Kata Warganet

Mahendra Aditya Restiawan • Kamis, 19 Juni 2025 | 03:06 WIB

Bupati Pati meminta maaf atas viralnya goyangan trio srigala di pendopo Pati
Bupati Pati meminta maaf atas viralnya goyangan trio srigala di pendopo Pati

RADAR KUDUS - Penampilan grup dangdut Trio Serigala di Pendopo Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menjadi sorotan tajam publik setelah aksi panggung mereka yang sensual viral di berbagai media sosial.

Acara yang semula dirancang sebagai agenda resmi penyerahan akta koperasi justru berubah menjadi tontonan kontroversial, memancing kritik dari berbagai pihak, termasuk warganet, politisi, hingga Bupati Pati sendiri.

Aksi panggung tersebut terekam dalam video yang kini beredar luas di platform digital seperti TikTok, Instagram, hingga Facebook.

Dalam cuplikan yang viral itu, tiga penyanyi dangdut dari Trio Serigala tampil dengan goyangan erotis di atas panggung Pendopo, tempat sakral bagi kegiatan pemerintahan.

Tak hanya bergoyang, salah satu anggota grup juga turun dari panggung, menghampiri deretan tamu undangan yang terdiri dari pejabat daerah, termasuk Bupati Pati, Sudewo.

Bahkan dalam momen tersebut, terlihat ada tamu pria yang memberikan saweran langsung kepada para penyanyi di tengah berlangsungnya acara penyerahan badan hukum dan akta Koperasi Desa Merah Putih.

Penampilan mereka diiringi lagu “No Comment”, dengan kostum mencolok yang kian mempertegas kesan provokatif dari penampilan tersebut.

Kritik pedas langsung bermunculan. Banyak warganet menilai penampilan tersebut tidak pantas dipertontonkan dalam agenda resmi pemerintahan, apalagi di dalam Pendopo Kabupaten, simbol kebijakan dan administrasi publik.

Video itu pun menjadi bahan perbincangan panas di tengah keresahan warga Pati yang juga sedang menghadapi persoalan lain, seperti lonjakan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen.

Bupati Pati Sudewo tak tinggal diam. Ia segera merespons dengan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat. Dalam pernyataannya yang dirilis Senin (16/6/2025), Sudewo mengungkapkan rasa kecewanya terhadap insiden tersebut.

“Saya meminta maaf atas kejadian yang berlangsung beberapa hari lalu di Pendopo Kabupaten. Atraksi semacam itu tidak sepatutnya dilakukan di tempat resmi pemerintahan,” ujar Sudewo.

Ia menjelaskan bahwa penampilan Trio Serigala itu berlangsung secara spontan, dan pihaknya mengaku tidak mengetahui sebelumnya akan ada aksi panggung yang dinilai tidak pantas itu.

Bahkan setelah acara, ia langsung memberikan teguran kepada manajemen artis tersebut.

Salah satu komentar netizen di instagram, "Mendingan ngundang anak yatim bersholawatan biar adem". Komentar yang lain, "lagian ngapain undang penyanyi kek gitu di acara formal, kek gaada org lain aja"

“Seharusnya aksi seperti itu dilakukan di tempat hiburan, bukan di Pendopo. Ini menjadi bahan introspeksi bagi kami agar lebih selektif dalam mengatur jalannya acara ke depannya,” tambahnya.

Sikap serupa juga ditunjukkan oleh anggota DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo.

Ia turut menyesalkan penampilan Trio Serigala yang menurutnya tidak sesuai dengan etika dan norma yang seharusnya dijunjung dalam agenda resmi.

“Saya tidak yakin itu atas perintah langsung dari Bupati. Namun, tetap saja, penampilan seperti itu sangat tidak tepat diadakan di Pendopo.

Harusnya ke depan, panitia lebih cermat dalam menyaring jenis hiburan yang akan ditampilkan,” ujar Bandang kepada media.

Ia bahkan menyarankan agar grup musik Trio Serigala tidak dilibatkan kembali dalam rangkaian acara resmi pemerintah daerah, termasuk dalam perayaan Hari Jadi Kabupaten Pati pada Agustus mendatang.

Menurutnya, seleksi dan kontrol terhadap para pengisi acara harus lebih ketat agar kejadian serupa tidak terulang.

Peristiwa ini menjadi bukti nyata betapa pentingnya sensitivitas dalam menyusun acara resmi, terlebih yang diselenggarakan oleh lembaga pemerintahan.

Tidak hanya menimbulkan kegaduhan publik, aksi panggung yang dianggap tak senonoh itu juga dinilai mencoreng wibawa institusi pemerintahan.

Sejumlah warga menilai, di tengah berbagai persoalan yang menimpa masyarakat Pati—termasuk kenaikan pajak dan persoalan layanan publik—pemerintah semestinya lebih fokus pada upaya perbaikan dan empati terhadap rakyat, bukan justru menghadirkan hiburan yang menuai protes.

Kini, kasus ini menjadi pelajaran besar bagi Pemerintah Kabupaten Pati tentang pentingnya menjaga etika publik, transparansi penyelenggaraan acara, dan kepekaan terhadap nilai-nilai sosial.

Permintaan maaf sudah disampaikan, namun sorotan publik terhadap insiden ini masih belum reda.

Editor : Mahendra Aditya
#Trio Serigala #bupati pati #sudewo #pati #video viral #pendopo pati #Viral Goyangan Trio Serigala #goyangan erotis #trio serigala di Pendopo Pati