Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ceramah di Cafe Karaoke di Pati, Gus Miftah: Kali Ini Saya Hadir di Puskesmas, Ini Maksudnya

Abdul Rochim • Rabu, 30 April 2025 | 02:41 WIB
DAKWAH: Gus Miftah mengisi kajian di tempat karaoke Permata Pati pada Selasa (29/4).
DAKWAH: Gus Miftah mengisi kajian di tempat karaoke Permata Pati pada Selasa (29/4).

KUDUS, Radar Kudus – Miftah Maulana Habiburrohman, atau yang lebih dikenal dengan Gus Miftah, kembali mengisi ceramah dengan gaya khasnya di tempat hiburan malam Permata, sebuah tempat karaoke di Pati.

Dalam pengajian tersebut, ratusan lady companion (LC) mendapat siraman rohani penuh canda dan pesan spiritual.

Ceramah dimulai dengan gaya humor khas Gus Miftah. Saat pertama kali naik ke atas panggung, ia langsung melontarkan candaan.

“Alhamdulillah, kali ini saya hadir di Puskesmas Pati. Pusat Kesenangan Masyarakat Pati,” ujarnya sambil tertawa, menyulut gelak tawa para hadirin.

Sebelum memulai dakwah, Gus Miftah sempat menggoda para LC yang menyanyikan lagu kebangsaan.

Ia menyindir dengan santai. “Terus terang, saya agak terganggu karena suara LC yang malah mengganggu kekhusyukan. Mentang-mentang LC, tapi kok suaranya fales,” celetuknya.

Dalam ceramahnya, Gus Miftah menyampaikan kisah Nu’aiman bin Amr bin Rafa’ah, sahabat Nabi yang dikenal suka mabuk namun tetap mencintai Rasulullah.

Ia menarik paralel antara kisah Nu’aiman dengan kehidupan para LC.

“Dulu, sahabat Nabi juga ada yang tukang mabuk, namanya Nu’aiman. Tapi dia mencintai Rasulullah. Artinya, ahli maksiat pun masih bisa mencintai Allah dan Nabi-Nya,” jelasnya.

Menurut Gus Miftah, meski LC kerap bersinggungan dengan dunia malam dan minuman keras, bukan berarti hati mereka jauh dari Tuhan.

“Tamu di room ini HGB – Hak Guna Body. Maksiat tidak menutup kemungkinan untuk tetap mencintai Allah dan Rasul. Kalau suka minum, jangan biarkan hati ikut bermaksiat. Cukup jasadnya saja, hati tetap harus terhubung dengan Allah,” pesan Gus Miftah.

Usai acara, Gus Miftah menjelaskan kepada awak media bahwa gaya berdakwahnya memang tak berubah meski sempat menuai kontroversi.

“Metode dakwah saya tetap sama, karena itu sudah menjadi karakter,” tegasnya.

Ia pun menegaskan bahwa dirinya akan terus berdakwah di tempat-tempat hiburan malam, sebagaimana yang telah ia jalani selama dua dekade terakhir.

“Sempat vakum karena kesibukan di Jakarta. Tapi saya tidak akan berhenti berdakwah di club malam dan tempat karaoke,” tutupnya. (*/him)

Editor : Mahendra Aditya
#gus miftah #puskesmas #lady companion