PATI, Radar Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati tengah mengebut pembentukan Koperasi Desa Merah Putih yang ditargetkan rampung pada Juni 2025.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekonomi desa.
Rencananya, sebanyak 406 koperasi akan berdiri di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Pati.
Peluncuran secara nasional dijadwalkan pada 12 Juli 2025, bertepatan dengan Hari Koperasi Indonesia.
Tak Ada Bangunan Baru, Manfaatkan Fasilitas yang Ada
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Dinkop UMKM) Kabupaten Pati, Wahyu Setyawati, menjelaskan bahwa pembentukan koperasi ini sudah dimulai sejak Maret 2025 dan akan berlangsung hingga Juni 2025.
Saat ini, pihaknya masih dalam tahap sosialisasi dan pembentukan kelembagaan.
“Kami menargetkan setiap desa dan kelurahan memiliki satu koperasi desa. Totalnya ada 406 koperasi di Bumi Mina Tani,” ujar Wahyu kemarin.
Menariknya, tidak akan ada pembangunan gedung baru untuk koperasi desa ini.
Pemerintah memutuskan untuk memanfaatkan fasilitas desa yang sudah tersedia, seperti balai desa atau bangunan lain yang bisa difungsikan sebagai pusat operasional koperasi.
“Tidak ada pembangunan gedung baru, kami akan memanfaatkan sarana desa yang sudah ada,” tambah Wahyu.
Koperasi Desa untuk Ekonomi yang Lebih Mandiri
Program Koperasi Desa Merah Putih ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi berbagai permasalahan ekonomi di tingkat desa, mulai dari akses permodalan, distribusi logistik, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Nantinya, koperasi ini akan diberdayakan untuk mengelola distribusi pupuk bersubsidi, gas LPG, hingga sembako secara lebih efektif dan langsung ke masyarakat.
“Distribusi pupuk tidak perlu lagi melalui pihak ketiga. Dari gudang pupuk langsung ke koperasi desa, baru kemudian ke warga.
Begitu juga nantinya dengan gas LPG dan sembako,” jelas Bupati Pati, Sudewo, dalam sebuah pernyataan sebelumnya.
Masih dalam Tahap Sosialisasi
Saat ini, tahap pembentukan koperasi masih dalam fase sosialisasi. Struktur organisasi koperasi desa pun masih dalam pembahasan.
Begitu pula dengan sektor usaha yang akan dikembangkan oleh masing-masing koperasi.
“Sekarang masih tahap sosialisasi. Potensi usaha dari koperasi-koperasi ini belum kita bahas lebih lanjut,” ujar Wahyu.
Pemkab Pati berharap, keberadaan koperasi desa ini nantinya benar-benar bisa menggerakkan perekonomian lokal, mengurangi angka kemiskinan, dan memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.
“Karena program ini bertujuan baik, kami sepenuhnya mendukung gagasan Presiden Prabowo Subianto,” pungkas Wahyu.
Dengan target penyelesaian sebelum Juli 2025, Pemkab Pati kini terus menggenjot proses pembentukan koperasi desa agar bisa segera beroperasi.
Para kepala desa juga diminta untuk berperan aktif dalam menyukseskan program ini.
Diharapkan, dengan adanya koperasi desa, roda ekonomi di perdesaan dapat berjalan lebih lancar dan masyarakat semakin mandiri dalam mengelola berbagai kebutuhan pokok mereka.
Bagaimana efektivitas koperasi ini ke depan? Kita nantikan realisasinya!(*)
Editor : Mahendra Aditya