PATI - Pemerintah Kabupaten Pati resmi memberangkatkan 16 bus mudik gratis untuk warga perantau asal Bumi Mina Tani yang ingin pulang kampung menyambut Lebaran.
Acara pelepasan yang berlangsung di Halaman Setda Pati pada Selasa (25/3) pagi ini dipimpin langsung oleh Bupati Pati, Sudewo, disaksikan puluhan calon penumpang yang antusias.
Peningkatan Jumlah Armada
Tahun ini Pemkab Pati menyediakan 16 bus dengan kapasitas masing-masing 40-50 penumpang, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 11 bus.
Satu dari 16 bus tersebut merupakan bantuan dari Baznas Kabupaten Pati.
Meski sudah ada peningkatan, Bupati Sudewo mengakui jumlah ini masih belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan para perantau.
"Kami menargetkan bisa menyediakan minimal 30 armada pada tahun 2026 agar lebih banyak warga kita yang terbantu," ujar Sudewo dengan penuh semangat.
Rute dan Waktu Perjalanan
Armada-armada tersebut akan menjemput para pemudik di titik kumpul Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.
Perjalanan diperkirakan memakan waktu sekitar 24 jam dengan jadwal tiba di Pati pada Rabu (26/3) malam sekitar pukul 22.00 WIB.
Bupati Sudewo dalam sambutannya menyampaikan harapan agar seluruh perjalanan berlangsung lancar dan semua penumpang tiba di kampung halaman dengan selamat.
Mekanisme Pendaftaran
Kepala Dinas Perhubungan Pati, Teguh Widyatmoko, menjelaskan bahwa pendaftaran peserta mudik gratis dilakukan melalui organisasi perantau asal Pati yang ada di Jakarta.
"Kami bekerja sama dengan berbagai paguyuban perantau untuk memastikan pendistribusian kuota berjalan adil dan transparan," jelas Teguh.
Calon penumpang diwajibkan mendaftar terlebih dahulu melalui mekanisme yang telah ditentukan sebelum bisa naik bus.
Evaluasi Program Tahunan
Program mudik gratis ini telah menjadi tradisi tahunan Pemkab Pati menjelang Lebaran.
Sudewo memastikan semua persiapan telah matang dan program berjalan sesuai rencana tanpa kendala berarti.
Namun sayangnya, belum ada rencana untuk menyediakan fasilitas balik gratis setelah Lebaran.
"Untuk saat ini kami fokus dulu pada keberangkatan mudik. Program balik gratis masih perlu kajian lebih mendalam," tambah Teguh.
Antusiasme warga terlihat jelas saat pelepasan bus. Banyak keluarga yang mengantar sanak saudaranya dengan harapan bisa segera berkumpul di kampung halaman.
Peningkatan jumlah armada tahun ini diharapkan bisa mengurangi beban ekonomi warga perantau yang ingin pulang kampung menyambut hari raya bersama keluarga.(*)
Editor : Mahendra Aditya