Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tragis! ABK Kapal Tewas Tenggelam di Sungai Silugonggo, Juwana, Pati, Saat Pindahkan Tali Tambat

Andre Faidhil Falah • Rabu, 26 Maret 2025 | 00:27 WIB
DIEVAKUASI: Tim gabungan mengamankan satu jenazah di daerah aliran sungai Juwana.
DIEVAKUASI: Tim gabungan mengamankan satu jenazah di daerah aliran sungai Juwana.

RADAR KUDUS - Malam yang seharusnya menjadi rutinitas kerja berakhir tragis bagi Febrian Pamungkas (25), anak buah kapal (ABK) KM Kuro Kuro asal Desa Bulung Cangkring, Jekulo, Kabupaten Kudus.

Pria muda ini ditemukan tewas setelah tercebur ke Sungai Silugonggo, Juwana, Pati, Selasa (25/3) malam sekitar pukul 19.00 WIB.

Kecelakaan Kerja di Perairan Gelap

Menurut keterangan warga setempat, Suwarto (48), insiden terjadi saat KM Kuro Kuro sedang melakukan operasi penarikan KM Puji Jaya Poler (GT 29) dari dok perbaikan sekitar pukul 18.45 WIB.

Dalam manuver yang rumit di antara kapal-kapal yang berjejal, Febrian mendapat tugas memindahkan tali pengikat di buritan kapal.

Nasib malang menghampiri ketika ia terpeleset dan jatuh ke sungai yang sedang berarus deras.

Saksi mata yang melihat kejadian tersebut segera berusaha menolong dengan menyelam di sekitar lokasi.

Namun upaya spontan ini tidak membuahkan hasil karena kondisi perairan yang gelap dan dasar sungai yang dipenuhi lumpur tebal.

Operasi Pencarian Tim Gabungan

Kompol Hendrik Irawan, Kasat Polairud Polresta Pati, mengungkapkan bahwa laporan kecelakaan diterima sekitar pukul 19.15 WIB.

Tim gabungan yang dipimpin Kanit Patroli, IPDA Sunardi, segera diterjunkan untuk melakukan pencarian intensif.

"Setelah sekitar dua jam pencarian, korban akhirnya ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa dengan posisi kepala terbenam di lumpur," jelas Hendrik dengan nada berat.

Tim Inafis Satreskrim Polresta Pati bersama tim medis Puskesmas Juwana melakukan pemeriksaan awal dan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada jenazah Febrian.

Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Suwondo Pati untuk autopsi dan prosedur hukum lebih lanjut.

Prosedur Keselamatan Jadi Sorotan

Kasus ini kembali mempertanyakan standar keselamatan kerja di sektor maritim tradisional. Kompol Hendrik menekankan pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) yang memadai bagi para pekerja kapal.

"Kondisi sungai yang licin, arus deras, dan visibilitas rendah di malam hari merupakan faktor risiko tinggi yang harus diantisipasi dengan prosedur keselamatan ketat," tegasnya.

Berdasarkan data Polairud, ini bukan kali pertama terjadi kecelakaan kerja serupa di perairan Juwana.

Pada 2023 tercatat tiga kasus pekerja kapal yang nyaris tenggelam karena tidak menggunakan pelampung atau alat pengaman lainnya.

Duka Keluarga dan Proses Hukum

Keluarga Febrian di Kudus menerima kabar duka ini dengan perasaan hancur. Ayah korban, Sutrisno (52), mengaku terkejut karena putranya dikenal sebagai perenang yang handal.

"Dia sudah bekerja di kapal sejak lulus SMA dan selalu berhati-hati," kenangnya dengan suara bergetar.

Polresta Pati masih mendalami kasus ini untuk memastikan ada tidaknya unsur kelalaian dalam prosedur kerja.

Perusahaan pemilik kapal diharapkan segera memenuhi kewajibannya terhadap keluarga korban sesuai peraturan ketenagakerjaan.(*)

 

Editor : Mahendra Aditya
#sungai silugonggo #juwana #ABK Kapal Tewas Tenggelam #pati #tenggelam #ABK kapal