PATI, Radar Kudus – Warga Kabupaten Pati tak perlu cemas soal ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi selama Ramadan hingga Lebaran.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati memastikan stok solar dan pertalite mencukupi kebutuhan masyarakat, termasuk menghadapi lonjakan konsumsi akibat arus mudik.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati, Hadi Santoso, menegaskan bahwa pasokan BBM bersubsidi masih aman hingga saat ini.
Baca Juga: Seleksi PPPK Tahap II di Pati Tetap Berjalan, 1.752 Peserta Berebut 1.079 Formasi
Jika terjadi peningkatan permintaan, stok yang tersedia diklaim mampu mengakomodasi kebutuhan.
"Saat ini persediaan BBM di Kabupaten Pati masih dalam kondisi aman. Jika ada lonjakan permintaan saat Ramadan dan Lebaran, kami pastikan stok tetap mencukupi," ujar Hadi.
Ia mengungkapkan, Kabupaten Pati tahun ini mendapat kuota BBM bersubsidi sebesar 115.813 kilo liter (KL) untuk solar dan bio solar, serta 129.155 KL untuk pertalite.
Dengan alokasi tersebut, masyarakat diharapkan tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan BBM bersubsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
"Kuota ini telah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta perhitungan dari Pertamina.
Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan distribusi berjalan lancar, terutama selama arus mudik," jelasnya.
Baca Juga: LINK, Cara Cek, Nonimal BLT Subsidi BBM, dan Jadwal Pencairannya
Pasokan BBM Disiapkan untuk Arus Mudik
Sebagai daerah yang terletak di jalur Pantura, Pati diperkirakan akan mengalami peningkatan volume kendaraan saat Lebaran nanti.
Pemkab Pati bersama Pertamina telah melakukan antisipasi dengan memastikan ketersediaan BBM di setiap SPBU, terutama yang berada di jalur utama mudik.
"Jalur Pantura Pati menjadi salah satu rute strategis bagi pemudik. Oleh karena itu, pasokan BBM telah diperhitungkan dengan matang. Jika memang dibutuhkan tambahan kuota, Pertamina siap menyalurkan," papar Hadi.
Selain itu, pemantauan stok BBM di SPBU juga dilakukan secara berkala untuk memastikan tidak terjadi kelangkaan mendadak.
Jika ada indikasi penurunan stok, pengiriman dari depot Pertamina ke SPBU akan segera dilakukan.
Kelangkaan Sementara Bisa Terjadi, Bukan Krisis BBM
Terkait isu kelangkaan BBM yang kerap muncul di beberapa wilayah, Hadi menegaskan bahwa hal tersebut biasanya bersifat sementara dan bukan berarti ada krisis pasokan.
Ia menjelaskan bahwa antrean panjang atau kekosongan BBM di SPBU bisa terjadi karena tingginya jumlah konsumen dalam waktu bersamaan.
"Biasanya kekosongan hanya berlangsung 3-4 jam saat truk tangki Pertamina sedang dalam perjalanan menuju SPBU untuk pengisian ulang.
Jadi bukan kelangkaan berhari-hari seperti yang dikhawatirkan," katanya.
Hadi juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying atau membeli BBM dalam jumlah berlebihan yang tidak sesuai kebutuhan.
Ia menekankan bahwa jika ada gangguan distribusi, Pemkab Pati dan Pertamina akan segera bertindak agar pasokan kembali normal.
Dengan jaminan ketersediaan BBM dari pemerintah daerah, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak khawatir.
Pasokan BBM di Kabupaten Pati dipastikan aman hingga setelah Lebaran, sehingga aktivitas masyarakat dan arus mudik bisa berjalan lancar tanpa hambatan. (adr)
Editor : Mahendra Aditya