Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kampung Ramadan Kajen, Surga Kuliner Sambil Ngabuburit

Andre Faidhil Falah • Jumat, 7 Maret 2025 | 00:51 WIB

KULINERAN: Masyarakat meramaikan Kampung Ramadan di Desa Kajen, Margoyoso kemarin.
KULINERAN: Masyarakat meramaikan Kampung Ramadan di Desa Kajen, Margoyoso kemarin.

RADAR KUDUS – Setiap bulan suci Ramadan, Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Pati, selalu menghadirkan suasana berbeda.

Kampung Ramadan, yang diinisiasi oleh para pemuda karang taruna setempat, menjadi pusat kuliner dan ngabuburit favorit bagi warga sekitar.

Tak hanya menawarkan beragam hidangan berbuka puasa, bazar ini juga menjadi ajang pemberdayaan ekonomi bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal.

Berlangsung di area belakang kantor Kepala Desa Kajen, Kampung Ramadan tahun ini semakin meriah.

Ratusan pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, tampak antusias berburu takjil.

Puluhan lapak pedagang berjajar rapi, menawarkan aneka makanan dan minuman khas Ramadan, seperti pempek, jagung serut, sosis bakar, es teh, serta berbagai jajanan manis lainnya.

Ilham, salah satu pengunjung, mengaku senang dengan kehadiran bazar ini.

Menurutnya, Kampung Ramadan di Kajen menjadi tempat yang pas untuk ngabuburit sembari berburu hidangan berbuka.

“Senang banget, di sini banyak pilihan makanan dan suasananya juga seru. Cocok untuk sekadar jalan-jalan sambil menunggu waktu berbuka,” ujarnya.

Dukungan untuk UMKM dan Kreativitas Pemuda

Bazar kuliner ini merupakan inisiatif Karang Taruna Desa Kajen yang bertujuan untuk mendukung pertumbuhan UMKM lokal sekaligus memberikan ruang bagi pemuda desa untuk berkreativitas.

Menurut salah satu penggagas, Gus Farid Abbad, Kampung Ramadan tak sekadar tempat jual beli, melainkan juga wadah pemberdayaan masyarakat.

“Kami ingin memberikan kesempatan bagi UMKM lokal agar lebih berkembang.

Selain itu, Kampung Ramadan ini juga menjadi ajang bagi pemuda dan santri untuk belajar berwirausaha serta berkontribusi dalam menggerakkan ekonomi desa,” ungkapnya.

Tahun ini, Kampung Ramadan diikuti oleh sekitar 50 stan yang dikelola oleh pedagang lokal.

Setiap harinya, ribuan pengunjung datang untuk menikmati suasana dan mencicipi aneka hidangan khas Ramadan.

“Alhamdulillah, antusiasmenya luar biasa. Banyak pedagang yang omzetnya naik drastis dibanding hari biasa.

Ini membuktikan bahwa inisiatif seperti ini sangat membantu ekonomi masyarakat,” tambah Gus Farid.

Konsep Unik dan Dekorasi Estetik

Tak hanya fokus pada kuliner, Kampung Ramadan tahun ini hadir dengan konsep yang lebih menarik.

Tenda berbentuk kerucut berjejer rapi, dihiasi dengan lampu-lampu gantung serta pernak-pernik dari bahan daur ulang.

Suasana yang estetik ini semakin menambah daya tarik bagi pengunjung yang ingin mengabadikan momen ngabuburit mereka.

Selain itu, panitia juga menghadirkan berbagai hiburan dan kegiatan menarik, seperti pertunjukan musik religi, lomba cerdas cermat islami, serta sesi berbagi takjil gratis bagi warga yang membutuhkan.

Semua ini menjadikan Kampung Ramadan tak hanya sekadar bazar kuliner, tetapi juga sarana untuk mempererat kebersamaan di tengah masyarakat.

Respons Positif dari Warga dan Pedagang

Keberadaan Kampung Ramadan disambut hangat oleh masyarakat setempat.

Banyak warga yang merasa terbantu, terutama mereka yang memiliki usaha kecil.

Selain itu, acara ini juga menjadi tempat berkumpul dan bersosialisasi bagi warga selama bulan puasa.

“Alhamdulillah, ramai sekali! Setiap sore selalu ada banyak pembeli. Omzet saya meningkat dibandingkan hari biasa,” ujar salah satu pedagang dengan penuh semangat.

Dengan respons yang begitu positif, Kampung Ramadan di Desa Kajen diharapkan bisa terus berkembang dan menjadi tradisi tahunan yang membawa manfaat bagi masyarakat.

Selain menjadi destinasi kuliner, bazar ini juga membuktikan bahwa semangat gotong royong dan kreativitas pemuda dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan desa.

Bagi yang ingin merasakan sensasi ngabuburit sambil menikmati aneka kuliner khas Ramadan, Kampung Ramadan Kajen bisa menjadi pilihan tepat.

Pastikan untuk datang sebelum azan magrib berkumandang, agar tidak kehabisan menu favorit. (adr)

Editor : Mahendra Aditya
#kuliner ramadan #pati #kampung ramadan #Kuliner Ramadan 2025 #Kampung Ramadan Kajen #kajen