PATI – Tiga desa di kabupaten Pati diamuk angin puting beliung pada Minggu (16/2) sore. Yaitu Desa Gabus, Penanggungan, dan Tambahmulyo Kecamatan Gabus.
Kerusakan yang ditimbulkan angin puting beliung di Desa Tambahmulyo lumayan parah.
Angin puting beliung merusak bangunan musala, atap rumah, tiang listrik hingga membuat sejumlah pohon tumbang.
Selain di Desa Tambahmulyo, angin puting beliung juga dilaporkan menghajar Desa Gabus dan Penanggungan. Kerusakan paling banyak terjadi di Desa Tambahmulyo.
Sumarni, warga Desa Tambahmulyo mengungkapkan kejadian angin puting beliung terjadi sekitar pukul 15.00, sebelumnya desanya diguyur hujan sejak pukul 14.00.
“Tiba-tiba, angin puting beliung datang dari arah utara menuju selatan dan langsung menerjang permukiman warga,” ungkapnya.
Melihat kejadian angin kencang itu warga pun sangat histeris dan segera keluar rumah untuk menyelamatkan diri masing-masing.
”Siang itu sebelumnya turun hujan mulai jam 14.00. Kemudian hujannya reda, setelah itu secara mendadak tiba-tiba ada angin puting beliung datang kencang. Cepat sekali anginnya. Sekitar pukul 15.00 angin kencang itu,” imbuhnya.
Warga yang melihat kejadian itu histeris dan menangis ketakutan.
Akibat kejadian itu, puluhan rumah di Desa Tambahmulyo mengalami kerusakan. Mulai dari rusak sedang, ringan hingga kerusakan berat. Kerusakan didominasi terjadi di bagian atap.
Atap dari galvalum hingga dari genting mengalami kerusakan. Selain rumah, musala dan banguna SD juga mengalami kerusakan akibat terjangan angin ribut tersebut.
Sementara itu salah seorang Perangkat Desa Tambahmulyo, Novi menambahkan, jumlah kerusakan diperkirakan mencapai 34 rumah.
”Ya tahu-tahu angin puting beliung datang. Kemudian kami keluar. Terus tidak tahu bagaimana lagi," kata wanita yang menjabat Kaur Perencanaan tersebut.
Usai kejadian ini, warga dibantu petugas kepolisian, TNI hingga relawan bahu membahu memperbaiki rumah warga. Saat ini mereka masih bergotong royong.
”Perbaikan ini kami langsung gotong royong, dibantu sama TNI dan Polri dan para relawan lainnya. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Untuk kerugian masih kami data, pungkas Novi. (aua)
Editor : Ali Mustofa