PATI – Sekitar dua pekan terakhir, kelangkaan minyak goreng Minyakita terjadi di Pati. Langkanya stok minyak goreng dikeluhkan pedagang dan pembeli.
Kelangkaan ini disebabkan oleh distribusi yang tidak berjalan dengan baik.
Keberadaan Minyakita terbatas. Misalnya yang berada di Toko Fatimah Pati kemarin. Hanya tersedia 15-an kardus saja.
Baca Juga: Enam Langkah Cerdas Menjadi Orang Sukses dan Bahagia yang Bisa Kamu Amalkan
Rudi Sulistyanto, pedagang minyak, mengatakan bahwa stok Minyakita di pasarnya mulai menipis sejak beberapa pekan lalu. Ia pun tidak mengetahui penyebab kelangkaan tersebut.
”Kami juga tidak tahu mengapa stoknya langka. Semoga pasokannya segera kembali normal,” ujarnya.
Terkait stok, Rudi menjelaskan bahwa jumlah yang tersedia tidak mencukupi. Setiap kali ada pasokan baru, barang tersebut cepat habis.
”Setiap barang datang, langsung habis dalam waktu singkat. Dua truk datang, lima jam langsung habis. Satu truk, hanya tiga jam sudah habis,” tuturnya.
Tercatat bahwa ketersediaan minyak kita di pasar sangat terbatas. Situasi ini menyebabkan kesulitan bagi banyak warga dalam memenuhi kebutuhan mereka.
Baca Juga: Pedagang-Pembeli di Pati Keluhkan Kelangkaan Minyak Goreng Minyakita, Apa Penyebabnya?
Sulistyo Wati, salah satu pembeli, mengungkapkan kesulitannya dalam mendapatkan Minyakita selama dua pekan terakhir.
”Saya sudah keliling. Tapi stoknya kosong. Kalau ada pun, harganya mahal,” ujarnya.
Menurutnya, hal ini membuat semakin menyulitkan masyarakat dalam mendapatkan salah satu kebutuhan pokok. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Pati. Tetapi juga di berbagai wilayah lainnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pati, Hadi Santosa, mengungkapkan bahwa kondisi ini juga terjadi di wilayah lain di Indonesia.
Dari rilis Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan, kuota minyak kita untuk kebutuhan dalam negeri sebenarnya mencukupi.
Baca Juga: Ketakutan Warga Gabus Pati saat Rumah Diterjang Angin Puting Beliung, Begini Kejadiannya
Namun, kenyataannya di pasar, masyarakat masih kesulitan dalam mengakses pasokan minyak kita.
Menurut pihaknya, kelangkaan ini disebabkan oleh distribusi yang tidak berjalan dengan baik. Baik dari produsen ke distributor, maupun dari distributor ke pengecer.
Selain itu, terdapat dugaan adanya penahanan barang dari produsen ke distributor menjelang bulan Ramadan.
Proses penggalian terkait hal ini sedang dilakukan untuk menemukan akar permasalahannya.
”Monitoring dan evaluasi akan terus dilakukan. Untuk memperlancar distribusi minyakita di pasar agar ketersediaannya dapat dijangkau oleh masyarakat,” katanya.
Pihaknya berharap, dengan upaya yang dilakukan, permasalahan kelangkaan ini dapat segera teratasi, sehingga kebutuhan masyarakat tidak terganggu. (adr)
Editor : Ali Mustofa