Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih belum diketahui dan masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.
Api tampak berkobar hebat dan membakar bagian atap gudang.
Asap hitam pekat membubung tinggi membuat para pekerja dan warga sekitar panik.
Tempat terbakar itu digunakan untuk menyimpan ampas tebu.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Pati, Sugiyono, mengonfirmasi kejadian ini. Ia mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran dari PG Pakis sekitar pukul 14.30.
Setelah menerima laporan tersebut, tim pemadam kebakaran segera dikerahkan untuk melakukan upaya pemadaman.
“Kami menerima laporan dari PG Pakis terkait kebakaran di gudang ampas tebu sekitar pukul 14.30 WIB. Setelah itu, kami langsung mengirimkan empat unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian,” ujar Sugiyono.
Upaya pemadaman tidak hanya dilakukan oleh tim pemadam dari Pemkab Pati, tetapi juga melibatkan satu unit damkar milik PG Pakis, satu unit damkar dari PG Trangkil, serta dua unit truk tangki air dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati.
“Total ada enam unit kendaraan pemadam kebakaran yang dikerahkan, termasuk tambahan dari BPBD dan pabrik gula lainnya,” jelas Sugiyono.
Beruntung, api berhasil dikendalikan setelah beberapa jam upaya pemadaman dilakukan oleh tim gabungan.
Meski demikian, proses pendinginan masih terus berlangsung guna memastikan tidak ada titik api yang tersisa dan berpotensi menyebabkan kebakaran kembali.
Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa gudang yang terbakar adalah gudang penyimpanan ampas tebu.
Namun, penyebab pasti kebakaran hingga saat ini masih belum dapat dipastikan dan masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak terkait.
“Alhamdulillah, berkat kerja sama tim gabungan, api berhasil dipadamkan. Namun, untuk penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” tambah Sugiyono.
Meskipun kebakaran sempat menghebohkan, pihak PG Pakis memastikan bahwa kejadian ini tidak berdampak besar terhadap operasional pabrik secara keseluruhan.
Sugiyono juga menyebutkan bahwa kerugian akibat kebakaran ini relatif kecil, diperkirakan kurang dari Rp 10 juta.
“Yang terbakar hanya ampas tebu, jadi kerugian tidak begitu signifikan. Saat ini kami masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan area benar-benar aman,” pungkasnya.
Pihaknya mengimbau agar seluruh pabrik dan gudang di wilayah tersebut meningkatkan kewaspadaan. Serta menerapkan standar keselamatan kerja guna mencegah insiden serupa terjadi di masa mendatang. (adr)
Editor : Noor Syafaatul Udhma