Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sempat Surut, Enam Desa di Juwana Pati Kembali Terendam Banjir capai 80 Sentimetar, Ini Penyebabnya

Andre Faidhil Falah • Sabtu, 8 Februari 2025 | 23:18 WIB

 

TERGENANG: Anak-anak menjaring ikan di tengah banjir Desa Doropayung, Juwana, Sabtu (8/2).
TERGENANG: Anak-anak menjaring ikan di tengah banjir Desa Doropayung, Juwana, Sabtu (8/2).

PATI – Kekhawatiran masyarakat Kecamatan Juwana akhirnya menjadi kenyataan. Setelah surut, beberapa desa di sana kebanjiran lagi. Bahkan kali ini lebih dalam.

Berdasarkan data yang dihimpun, desa-desa yang kembali terdampak banjir meliputi Desa Doropayung, Kudukeras, Tluwah, Kedungpancing, Jepuro, dan Bumirejo.

Keenam desa ini berada di sekitar Sungai Juwana. Penyebab banjir ialah sungai yang meluap akibat curah hujan tinggi sejak Kamis (6/2).

Akibatnya, ratusan rumah warga kembali terendam air.

Desa Doropayung menjadi wilayah yang paling parah terdampak dalam kejadian ini.

Ketinggian air di desa tersebut bervariasi, mulai dari 5 sentimeter hingga 80 sentimeter, merendam jalan desa, pekarangan, dan rumah-rumah warga.

Saleh, perangkat Desa Doropayung menyebutkan, ini merupakan banjir kedua yang melanda wilayahnya dalam waktu singkat.

Sebelumnya, banjir juga terjadi pada 2 Februari 2025 dan sempat surut menjelang akhir pekan, namun kini kembali merendam permukiman warga.

“Banjir kali ini lebih tinggi dibandingkan yang pertama. Jika sebelumnya air mencapai 75 sentimeter, sekarang sudah mencapai 80 sentimeter,” jelas Saleh.

Selain Doropayung, banjir juga merendam Desa Kudukeras, Tluwah, Kedungpancing, Jepuro, dan Bumirejo.

Luapan Sungai Juwana menjadi penyebab utama naiknya air ke pemukiman warga.

Salah satu warga terdampak, Sugiyanti mengatakan, air mulai naik sejak semalam dan terus bertambah hingga masuk ke dalam rumahnya.

Ia dan keluarganya terpaksa membuat panggung darurat atau "ranggon" di dalam rumah untuk tempat tidur sementara.

“Kami belum mau mengungsi, masih bertahan dulu. Semoga saja banjir segera surut,” harapnya. (adr)

Editor : Ali Mustofa
#Ketinggian Air #juwana #banjir #masyarakat #pati #terendam air #curah hujan