Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pemkab Pati Terapkan Aturan Zonasi untuk PKL di Car Free Day, Ternyata Ini Tujuannya

Andre Faidhil Falah • Sabtu, 8 Februari 2025 | 16:56 WIB

 

ZONASI CFD: Sejumlah warga berolahraga saat momen car free day (CFD) di Alun-alun Pati.
ZONASI CFD: Sejumlah warga berolahraga saat momen car free day (CFD) di Alun-alun Pati.
PATI – Pemkab Pati menerapkan aturan zonasi bagi pedagang kaki lima (PKL) dalam gelaran car free day (CFD). Hal ini guna menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan nyaman bagi masyarakat.

Selain itu, Pemkab juga memfasilitasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Serta aktivitas edukasi dan seni budaya untuk menyemarakkan suasana Kota Pati. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati Tulus Budiharjo mengatakan, sistem zonasi ini bertujuan untuk mempermudah pengelolaan area CFD. Serta meningkatkan kenyamanan bagi para pengunjung. 

”Mereka ditempatkan dalam zona tertentu agar lebih tertata. Dengan begitu, masyarakat yang datang ke CFD bisa lebih nyaman,” imbuhnya.

”Dengan adanya penataan PKL, warga lebih nyaman saat berolahraga atau sekadar berjalan-jalan. CFD juga menjadi tempat rekreasi murah yang bisa dinikmati semua kalangan,” ujarnya. 

Selain itu, kegiatan ini memberikan kesempatan bagi orang tua untuk mengajak anak-anak bermain atau berolahraga bersama dalam suasana yang aman dan tertata. 

Pemkab Pati juga menaruh perhatian khusus terhadap kebersihan selama acara berlangsung.

Masyarakat diimbau untuk membawa botol minuman sendiri. Juga mengurangi penggunaan plastik sekali pakai demi menjaga kebersihan area publik. 

”Kami berharap masyarakat mendukung program ini dengan menjaga kebersihan, membawa botol minum sendiri, dan mengurangi sampah plastik. Langkah ini penting agar CFD tetap berkelanjutan tanpa berdampak negatif pada lingkungan,” tegas Tulus. 

Ia menekankan bahwa keberhasilan CFD sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat, pemerintah, dan UMKM.

Ia berharap, acara ini dapat menjadi langkah awal menjadikan Pati sebagai kota yang sehat, kreatif, dan ramah lingkungan. 

Tulus memastikan bahwa anggaran untuk penyelenggaraan CFD telah tersedia. Sehingga acara ini bisa kembali diadakan setelah sempat terhenti. 

”Sebelumnya CFD sempat dihentikan karena keterbatasan anggaran untuk petugas jaga. Namun, sekarang anggaran sudah dialokasikan, sehingga kegiatan ini bisa kembali digelar,” jelasnya. 

Dengan kembalinya CFD, Pemkab Pati optimistis acara ini dapat menjadi momentum positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan. Sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. (adr)

 

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#pati #car free day #Zonasi PKL #pemkab pati