Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Nelayan Baru di Pesisir Desa Tluwuk Perkuat Perawatan Muara, Ekonomi dan Wisata Ikut Terdongkrak

Achmad Ulil Albab • Selasa, 4 Februari 2025 | 02:18 WIB

Perawatan Muara Terbantu Nelayan Baru
Perawatan Muara Terbantu Nelayan Baru

PATI – Pesisir Desa Tluwuk, Kecamatan Wedarijaksa, kini menjadi magnet bagi nelayan dari berbagai wilayah sekitar.

Puluhan nelayan dari Tayu memilih melabuhkan perahu mereka di muara desa ini, menjadikannya titik persinggahan yang semakin ramai.

“Sekarang banyak nelayan dari Tayu yang ke Tluwuk. Ada sekitar 40-an. Pesisir Tluwuk jadi daya tarik karena punya mangrove yang relatif aman,” ungkap Sukarno, salah satu tokoh desa setempat.

Sukarno, yang juga Ketua Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Kabupaten Pati, menjelaskan bahwa kehadiran para nelayan pendatang ini awalnya sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan nelayan lokal.

Namun, lambat laun keberadaan mereka diterima, terutama karena kontribusi mereka dalam menjaga ekosistem muara.

“Sebelumnya nelayan asli sini agak kurang menerima, merasa tersaingi. Tapi akhirnya mengerti.

Karena ya bagus, mereka ini juga ikut berpartisipasi saat acara desa seperti sedekah laut. Juga berpartisipasi untuk perawatan kawasan muara. Kalau tidak ada perawatan bisa dangkal.

Perahu-perahu yang masuk ke area muara juga membantu mencegah endapan di muara,” papar Sukarno.

Daya tarik utama pesisir Tluwuk adalah keberadaan hutan mangrove yang luasnya mencapai 25 hektare.

Kondisi ini menjadikan muara lebih aman untuk bersandar, sekaligus menjadi faktor utama para nelayan dari luar desa memilih Tluwuk sebagai tempat berlabuh.

Selain mempermudah aktivitas nelayan, keberadaan mangrove yang terjaga juga menjadi daya tarik wisata.

Dengan statusnya sebagai desa wisata sejak 2023, Desa Tluwuk kini menawarkan pengalaman unik menikmati keindahan hutan mangrove sembari membeli ikan segar langsung dari nelayan setempat.

“Ini juga mendukung kegiatan wisata di desa ini. Karena selain dapat menikmati pemandangan mangrove, para pengunjung juga bisa mendapatkan ikan segar dari nelayan.

Wisata mangrove bisa sambil belanja ikan, setiap hari sekitar jam 10.00-an beberapa perahu nelayan berlabuh di sini,” imbuhnya.

Desa wisata Tluwuk semakin dikenal dengan berbagai fasilitas yang mendukung pengalaman berwisata.

Para pengunjung tidak hanya bisa menikmati panorama hutan mangrove yang menjadi habitat berbagai spesies burung, tetapi juga merasakan sensasi berkeliling muara dengan perahu wisata yang disediakan.

Dengan kehadiran para nelayan pendatang yang semakin solid dalam menjaga ekosistem dan pertumbuhan wisata yang terus berkembang, Desa Tluwuk kini bukan hanya sekadar tempat berlabuh, tetapi juga pusat ekonomi baru berbasis kelestarian lingkungan. (aua)

Editor : Mahendra Aditya
#Perawatan Muara #pati #Desa Tluwuk #nelayan #wedarijaksa