Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pemkab Pati Terus Meningkatkan Pemberantasan Sarang Nyamuk untuk Mengantisipasi DBD

Andre Faidhil Falah • Sabtu, 25 Januari 2025 | 18:22 WIB

 

ILUSTRASI Nyamuk Demam Berdarah atau DBD.
ILUSTRASI Nyamuk Demam Berdarah atau DBD.
 

PATI– Curah dan intensitas hujan yang tinggi meningkatkan risiko penyakit seperti flu hingga Demam Berdarah Dengue (DBD). Untuk mengantisipasi hal ini, masyarakat diimbau menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). 

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati mengingatkan pentingnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) guna menekan potensi kenaikan kasus DBD selama musim hujan.

“Ada potensi peningkatan kasus DBD di musim hujan. Kami minta masyarakat meningkatkan kesadaran dengan mengaktifkan PSN melalui metode 3M plus,” ujar Kepala Dinkes Kabupaten Pati, Aviani Tritanti Venusia. 

Metode 3M plus mencakup tiga langkah utama: menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air, serta mendaur ulang barang bekas yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

Ditambah dengan langkah pencegahan seperti menggunakan obat anti-nyamuk, memasang kelambu, dan menghindari gigitan nyamuk. 

Menurut Aviani, PSN dengan metode 3M plus di Kabupaten Pati belum sepenuhnya berjalan secara rutin. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah persepsi masyarakat yang lebih mengandalkan fogging setiap kali ada kasus DBD.

Padahal, fogging memiliki kriteria tertentu dan bukan langkah utama dalam pencegahan.

“PSN 3M plus jauh lebih efektif karena dapat dilakukan secara mandiri, hemat biaya, ramah lingkungan, dan mencegah nyamuk berkembang biak jika rutin dilakukan seminggu sekali,” jelasnya. 

Selain DBD, musim hujan juga memicu peningkatan penyakit lain seperti demam, flu, dan virus Rubella (campak Jerman). Hal ini diungkapkan oleh dr. Lutfhi Primadani, seorang dokter di Pati.

“Virus Rubella biasanya ditandai dengan pembengkakan kelenjar di sekitar telinga dan rahang, disertai gejala demam, sakit kepala, serta kelelahan,” paparnya. 

Dr. Lutfhi menambahkan, pentingnya menjaga kesehatan selama musim hujan dengan langkah-langkah pencegahan seperti vaksinasi, mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, mengonsumsi makanan bergizi, dan istirahat yang cukup. 

Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya PHBS dan PSN, diharapkan risiko penyakit di musim hujan dapat ditekan. (adr/him)

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#kesehatan #pati #dbd #Fogging berantas DBD #pemkab pati