Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pintu Bendung Wilalung di Kudus Dibuka, Juwana Pati Terpantau Aman dari Banjir

Andre Faidhil Falah • Rabu, 22 Januari 2025 | 16:22 WIB

 

LEWAT: Kendaraan melintasi Jembatan Sampang area Sungai Juwana kemarin.
LEWAT: Kendaraan melintasi Jembatan Sampang area Sungai Juwana kemarin.

PATI — Sungai Pemali Juwana hingga kini berstatus aman meski ada potensi banjir di desa dekat aliran sungai.

Hal ini dikarenakan adanya imbas pembukaan pintu 8 Waduk Wilalung di Kudus. 

Pintu 8 Waduk Wilalung di Kudus yang mengarah ke Sungai Juwana, Kabupaten Pati, dibuka pada Selasa (21/1) pagi.

Langkah ini dilakukan untuk mengurangi volume air di waduk guna mencegah jebolnya tanggul. Akibatnya, puluhan desa di enam kecamatan di Pati diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir. 

“Pagi ini pintu air Bendung Wilalung dibuka sekitar 10 sentimeter. Tujuannya untuk mengurangi volume air di Sungai Wilalung,” terang Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, Martinus Budi Prasetya.

Hingga siang, meskipun pintu waduk telah dibuka, belum terjadi peningkatan signifikan pada volume air di Sungai Juwana.

Martinus menyebut kondisi tersebut masih aman dan belum berdampak pada area persawahan maupun permukiman warga. 

“Belum ada dampak signifikan terhadap muka air Sungai Juwana. Belum masuk ke kondisi gawat. Namun, kami tetap mengimbau masyarakat untuk waspada, terutama yang tinggal di sekitar sungai,” ungkapnya. 

Meski begitu, Martinus memperingatkan potensi banjir meningkat karena intensitas curah hujan diprediksi cukup tinggi.

Desa-desa hingga area persawahan di pinggiran sungai berpotensi terdampak.

Puluhan desa di enam kecamatan rawan banjir, mulai Kecamatan Sukolilo, Kayen, Gabus, Pati, Jakenan, hingga Juwana.

Sementara desa rawan banjir ialah Desa Kasian, Gadudero, Poncomulyo, Srikaton, Kayen, hingga wilayah Jakenan dan Juwana. 

Martinus meminta para petani dan nelayan untuk bersiap menghadapi potensi banjir.

Petani diimbau untuk melindungi tanaman padi mereka, terutama karena banyak yang mulai memasuki masa pembentukan bulir. 

“Saya melihat di area sawah itu sudah mulai berbulir padinya. Sehingga saya imbau petani mempersiapkan dini. Bagaimana agar air itu tidak masuk ke sawah,” imbuhnya.

Nelayan kecil juga diminta untuk tetap waspada karena volume air di sungai dapat meningkat sewaktu-waktu.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai agar aliran air tetap lancar menuju laut. 

“Tingkatkan kesadaran untuk menjaga kebersihan sungai, karena sampah bisa memperburuk kondisi banjir,” tegasnya. (adr/war)

Editor : Ali Mustofa
#persawahan #banjir #pati #sungai juwana #bendung wilalung #permukiman #BPBD