Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Innalillahi, Keracunan Massal Usai Makan Lontong Hajatan di Juwana Pati Sebabkan Satu Warga Meninggal Dunia

Andre Faidhil Falah • Senin, 30 Desember 2024 | 23:24 WIB
DIPERIKSA: Warga Desa Tluwah, Juwana diperiksa dokter di RS Budi Agung Juwana belum lama ini.
DIPERIKSA: Warga Desa Tluwah, Juwana diperiksa dokter di RS Budi Agung Juwana belum lama ini.

PATI – Seorang warga meninggal dunia akibat insiden keracunan makanan massal yang terjadi di Desa Tluwah, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati.

Diduga, lontong opor yang disajikan pada acara hajatan menjadi penyebab utama peristiwa tersebut.

Camat Juwana, Sunaryo, membenarkan adanya satu korban meninggal dalam insiden ini.

Korban, Sunarmi binti Subari (70), warga Desa Jepuro, Juwana, meninggal dunia pada Minggu (29/12) pukul 13.20 di rumahnya.

Korban sempat mendapatkan perawatan di RSUD Soewondo Pati.

“Kami sudah melaporkan kejadian ini ke Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) untuk penanganan lebih lanjut. Informasi lengkap akan disampaikan oleh pihak DKK,” jelas Sunaryo.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Aviani Tritanti Venusia, menyatakan pihaknya masih melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk mengusut penyebab pasti keracunan.

Aviani menambahkan, korban meninggal di rumahnya setelah dirawat di RSUD. Akan tetapi, ketika pulang kondisi korban sudah membaik.

”Setelah pulang kondisi membaik dari Soewondo. Meninggalnya di rumah,” katanya.

Korban sebenarnya mempunyai riwayat penyakit lama. Sehingga penyebab meninggal tak hanya karena memakan opor itu.

”Sebelum terdampak kasus ini pasien tersebut memang dalam kondisi sakit lama. Namun dirawat di rumah oleh keluarganya,” tambah Aviani.

Sementara itu, Julin (53), salah satu keluarga penyelenggara hajatan, mengungkapkan bahwa sebanyak 200 porsi makanan dalam acara tersebut dipesan dari penyedia katering.

“Saya tidak menyangka makanan itu diduga menyebabkan ratusan orang mengalami mual, muntah, hingga demam,” ujar Julin.

Berdasarkan pengakuan Julin, lontong opor yang disajikan bukanlah hasil masakan sendiri, melainkan dipesan dari katering.

Ia juga menyebutkan bahwa beberapa anggota keluarganya turut mengalami gejala mual dan muntah setelah mengonsumsi makanan tersebut.

“Saya sendiri juga sempat mual dan muntah, tetapi masih kuat,” tambahnya.
Ia berharap pihak berwenang segera menemukan solusi untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. (adr)

Editor : Ali Mustofa
#meninggal #hajatan #keracunan #dkk #lontong opor