Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jumlah Korban Keracunan Usai Makan Lontong Hajatan di Juwana Pati Bertambah Jadi 161 Warga, Dinkes Lakukan Hal Ini

Andre Faidhil Falah • Jumat, 27 Desember 2024 | 21:53 WIB

 

DIPERIKSA: Warga Desa Tluwah, Juwana, Pati, mendatangi posko kesehatan di Balai Desa Tluwah.
DIPERIKSA: Warga Desa Tluwah, Juwana, Pati, mendatangi posko kesehatan di Balai Desa Tluwah.

PATI – Korban keracunan makanan hajatan di Desa Tluwah, Juwana, Pati, bertambah. Sebelumnya ada 138 warga, kemarin bertambah menjadi 161 warga.

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pati mengambil sampel makanan hajatan yang diduga menyebabkan keracunan bagi seratusan warga.

Tujuannya, untuk memastikan penyebab keracunan.

Sebelumnya, 138 warga Desa Tluwah, Juwana, Pati, mengalami keracunan masal setelah mengonsumsi lontong opor ayam hajatan pada Senin (23/12) malam.

Makanan itu tidak di makan di tempat, tetapi dibungkus dan dimakan di rumah bersama keluarga.

Warga yang menjadi korban melaporkan gejala seperti mual, muntah, diare, demam, hingga menggigil. Mereka dilarikan ke puskesmas dan beberapa rumah sakit.

Warga Desa Tluwah juga ramai-ramai mengunjungi balai desa pada Rabu (25/12) pagi. Balai desa itu, dijadikan posko kesehatan dari Puskesmas Juwana.

Hingga kemarin, korban keracunan ternyata masih bertambah. Semula 138 warga menjadi 161 orang.

”Semalam (kemarin malam, Red) 159 orang. Pagi ini (kemari pagi, Red) ada dua pasien lagi yang masuk dirawat," kata Muntamah, bidan di Desa Tluwah.

Atas kejadian tersebut, delapan orang dirawat di RS Budi Agung, 20 Puskesmas Juwana, dua di RSUD RAA Soewondo, empat di RS Mitra Bangsa, sedangkan sisanya warga menjalani rawat jalan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati Aviani Tritanti Venusia menyatakan, sampel makanan sudah diambil untuk diuji di Laboratorium Kesehatan Semarang.

Proses ini bertujuan memastikan penyebab keracunan.

”Kami sudah mengamankan sampel berupa lontong opor ayam dan sambal goreng. Sampel ini, akan diperiksa untuk mengetahui apakah makanan tersebut menjadi penyebab keracunan atau tidak. Hasilnya diperkirakan keluar dalam tiga sampai tujuh hari mendatang,” jelas Aviani.

Ia menambahkan, dugaan sementara menunjukkan keracunan masal akibat warga mengonsumsi makanan hajatan tersebut.

Pemerintah terus memantau kondisi para korban dan menunggu hasil uji laboratorium untuk langkah lebih lanjut.

Sementara itu, lontong sayur yang dikonsumsi warga yang mengalami keracunan, menurut Supar, warga setempat, tidak menunjukkan tanda-tanda mencurigakan. Ia dan keluarganya makan dengan lahap.

”Lontongnya enak saja. Saya makan tiga potong dan dua potong lainnya dengan lauk saya berikan ke anak saya. Anak saya juga sakit setelah makan. Jadi, siapa pun yang makan pasti kena,” jelas Supar.

Dia mengaku, setelah makan sekitar pukul 20.00 Senin malam (23/12), dia mulai merasakan reaksi pada Selasa (24/12) pukul 03.00.

Gejalanya mual, demam tinggi, dan kepala pusing. ”Kondisi sekarang (kemarin, Red) sudah mulai membaik. Alhamdulillah,” katanya. (adr/lin)

Editor : Ali Mustofa
#hajatan #keracunan #pati #dinkes #dinas kesehatan #puskesmas #lontong opor #balai desa