PATI — Sebanyak 3.108 tenaga honorer di Kabupaten Pati berkompetisi dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2024.
Ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT) ini diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan berlangsung di Gedung Direktorat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.
Seleksi dijadwalkan selama empat hari, dari Selasa hingga Jumat (3-6 Desember 2024).
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pati, Muh Saiful Ikmal, menjelaskan bahwa tes dilakukan dalam tiga sesi setiap hari, dengan masing-masing sesi diikuti oleh 350 peserta.
“Total ada 3.108 peserta yang memperebutkan 1.079 formasi PPPK. Formasi terbesar adalah untuk guru sebanyak 500 formasi, diikuti tenaga teknis sebanyak 400 formasi, dan tenaga kesehatan sebanyak 179 formasi,” ujar Saiful, Kamis (5/12).
Peserta seleksi adalah tenaga honorer yang sudah terdaftar dalam database BKN.
Rekrutmen ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja prioritas sesuai regulasi normatif kepegawaian.
Saiful menambahkan, dalam seleksi kali ini tidak diterapkan passing grade.
Hasil tes akan ditentukan oleh Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) yang terdiri dari kementerian terkait dan BKN.
Sementara itu, Panitia Seleksi Daerah (Panselda) hanya bertugas menyampaikan hasil kepada peserta.
“Peserta yang lolos seleksi akan diangkat sebagai PPPK penuh waktu. Sedangkan bagi yang tidak lolos, kemungkinan akan dialihkan menjadi PPPK paruh waktu. Namun, aturan teknis terkait status PPPK paruh waktu masih menunggu arahan dari pemerintah pusat,” jelas Saiful.
Ia juga menekankan bahwa kebijakan ini merupakan langkah pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan tenaga honorer non-ASN yang akan dihapuskan tahun ini.
Nantinya, Aparatur Sipil Negara (ASN) hanya akan terdiri dari dua kategori, yaitu PNS dan PPPK.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pati, Jumani, menyebutkan bahwa seleksi PPPK ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja prioritas, tetapi juga meningkatkan status dan kesejahteraan tenaga honorer.
“Langkah ini merupakan bukti nyata pemerintah dalam memberikan kepastian status dan kesejahteraan bagi para tenaga honorer,” ungkap Jumani.
Proses seleksi PPPK di Kabupaten Pati diharapkan berjalan lancar hingga akhir dan memberikan kesempatan terbaik bagi ribuan honorer yang telah lama menanti kepastian status pekerjaan mereka. (aua/him)
Editor : Abdul Rokhim