PATI – Kabar duka kembali datang dari pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Pati.
Seorang anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Desa Kedungsari, Tayu, Eko Budi Kristiyono, meninggal dunia pada Senin (2/12) malam.
Informasi ini disampaikan melalui akun Instagram resmi KPU Pati, Selasa (3/12).
Komisioner KPU Pati Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Nugraheni Yuliadhistiani, menjelaskan bahwa Eko sebelumnya sudah dalam kondisi sakit pada hari pemungutan suara, Rabu (27/11).
Meski begitu, almarhum tetap hadir untuk bertugas.
"Beliau sebenarnya sudah sakit pada hari H dan posisinya sudah digantikan. Tapi, beliau tetap memaksakan diri bekerja," ujar Nugraheni.
Pada siang hari, saat pemungutan suara belum selesai, kondisi Eko memburuk dan ia dilarikan ke RS KSH Tayu.
Setelah mendapatkan perawatan, kondisinya sempat membaik.
Namun, kabar duka datang beberapa hari kemudian.
"Kami sangat kaget mendengar kabar bahwa beliau meninggal dunia pada pukul 23.00 malam. Hari ini, kami akan melayat ke rumah duka. Pemakaman dijadwalkan siang ini," tambah Nugraheni.
Eko bukan satu-satunya petugas KPPS yang meninggal dunia selama proses Pilkada di Kabupaten Pati.
Sebelumnya, Ketua KPPS TPS 2 Desa Puncel, Kecamatan Dukuhseti, Supriyanto (44), juga tutup usia.
Supriyanto dilaporkan meninggal dunia pada Kamis (28/11) pagi setelah mengalami sesak napas mendadak.
Menurut Nugraheni, ia sempat pulang dalam kondisi sehat setelah proses pemungutan suara selesai pada malam sebelumnya.
"Almarhum tidak memiliki riwayat penyakit dan telah dinyatakan sehat saat seleksi KPPS. Namun, pada pagi harinya, ia mengalami sesak napas dan meninggal sebelum sempat mendapat perawatan," ungkap Nugraheni.
Ia juga membantah anggapan bahwa Supriyanto meninggal karena kelelahan.
"Beban kerja pada Pilkada kali ini lebih ringan dibandingkan Pemilu Presiden dan Legislatif sebelumnya," jelasnya.
Selain dua kasus meninggal dunia, KPU Pati mencatat beberapa petugas lainnya jatuh sakit selama Pilkada.
Salah satu petugas Linmas di Kecamatan Tayu mengalami luka di kepala akibat tertimpa papan sehari sebelum pemungutan suara.
Ketua KPPS di Kecamatan Tayu, Dukuhseti, dan Margorejo juga dilaporkan sakit, meskipun sebagian besar tidak memerlukan perawatan intensif.
KPU Pati menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga petugas yang meninggal dunia.
Komisi juga berencana memberikan santunan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi para petugas pemilu.
K"ami sangat berduka atas kehilangan ini. Kejadian ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk menjaga kesehatan, terutama bagi petugas yang terlibat dalam proses pemilu," kata Nugraheni.
Kejadian ini menambah catatan penting bagi pelaksanaan pemilu ke depan agar memastikan kondisi kesehatanpetugas menjadi prioritas utama. (adr/khim)
Editor : Abdul Rokhim