RADAR KUDUS - Rumah sakit, bagi banyak orang, sering kali diasosiasikan dengan suasana yang mencekam.
Selain karena fungsinya sebagai tempat penyembuhan, tak jarang rumah sakit juga dianggap angker, terutama karena banyaknya pasien yang menghembuskan napas terakhir mereka di sana.
Salah satu rumah sakit di Indonesia yang dikenal memiliki reputasi seram adalah Rumah Sakit Kristen (RSK) Tayu, yang berlokasi di Pati, Jawa Tengah. Berdiri sejak tahun 1933,rumah sakit tipe C ini telah menjadi bagian dari sejarah panjang kota kecil tersebut.
Namun, di balik dinding-dinding tuanya, tersimpan berbagai kisah mistis yang menghantui warga setempat.
RSK Tayu bukanlah sekadar rumah sakit tua biasa. Awal mula pendiriannya bermula dari pengembangan sebuah poliklinik khusus umat Kristen yang dirintis oleh P.A. Jansz, seorang penginjil dari Badan Doopsgezinde Zending Vereeniging pada tahun 1984.
Dalam perjalanannya, rumah sakit ini mencapai puncak kejayaannya sekitar tahun 1970 hingga awal 2000-an.
Pada masa itu, RSK Tayu menjadi salah satu rumah sakit rujukan utama bagi warga di wilayah Pati Utara, menjadi andalan dalam pelayanan kesehatan.
Namun, kejayaan itu mulai meredup pada tahun 2013, ketika RSK Tayu mulai dilanda krisis finansial yang parah.
Karyawan rumah sakit bahkan tidak menerima gaji hingga 15 bulan, sebuah kondisi yang membuat operasional rumah sakit ini semakin terganggu.
Bangunan yang semakin tua dan tidak lagi terawat menambah kesan angker, menciptakan atmosfer mistis yang sulit dihilangkan.
Keberadaan rumah sakit ini kemudian semakin diwarnai oleh berbagai cerita mistis, terutama setelah bangunan tersebut tidak lagi berfungsi.
Menurut cerita yang beredar, rumah sakit ini dihuni oleh berbagai makhluk halus, yang konon sering menampakkan diri tidak hanya di malam hari, tetapi juga di siang hari.
Salah satu cerita yang paling terkenal adalah tentang sosok gaib yang sering terlihat berjalan-jalan di sekitar kompleks rumah sakit, seolah-olah mengawasi setiap sudutnya.
Warga yang kebetulan melintasi area tersebut pada malam hari kerap kali memilih untuk mempercepat laju kendaraan mereka dan enggan menoleh ke arah bangunan tua itu, takut jika harus berhadapan dengan penampakan.
Bangunan RSK Tayu mulai ditinggalkan sejak tahun 2000-an, dan kondisi di dalamnya pun semakin berantakan.
Kesan seram semakin melekat pada rumah sakit ini, terutama karena berbagai cerita mistis yang berkembang di masyarakat.
Salah satu kisah yang sering diceritakan adalah tentang pasien di ruang rawat inap di bagian barat rumah sakit.
Konon, ketika seorang pasien sedang berada di ambang kematian, ia melihat potongan kaki dengan darah yang bercucuran, berjalan di sekitar ruangan tersebut.
Di sebelah barat rumah sakit juga terdapat sebuah lapangan sepak bola dengan sumur tua yang diyakini sebagai tempat pembuangan mayat pada masa penjajahan Belanda.
Sumur ini menjadi bagian dari kisah-kisah horor yang melingkupi rumah sakit tersebut. Salah satu cerita lainnya adalah tentang seorang pria yang berasal dari Kudus, yang datang ke RSK Tayu untuk memeriksakan diri.
Pria tersebut didiagnosa menderita penyakit tifus dan harus dirawat di rumah sakit tersebut.
Selama dirawat, pria itu merasa diperlakukan dengan baik oleh para perawat dan dokter, namun ia kerap kali merasakan hawa dingin yang tidak biasa.
Ketika pria tersebut dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang, pihak rumah sakit memintanya untuk kembali kontrol seminggu kemudian.
Namun, betapa terkejutnya pria tersebut ketika ia kembali ke rumah sakit yang memintanya untuk kontrol, ia hanya menemukan bangunan yang terbengkalai dan tidak lagi beroperasi selama bertahun-tahun.
Cerita-cerita mistis seperti ini masih banyak beredar di sekitar RSK Tayu Pati, menambah keangkeran tempat tersebut. (ury)
Editor : Abdul Rokhim