PATI – Akhirnya forum koordinasi pimpinan kecamatan (Forkopimcam) Margoyoso melarang karnaval sound horeg di setiap desa.
Sound horeg ini rangkaian sound system dalam skala besar.
Selain diletakkan di sekitar panggung, sound horeg juga bisa ditempatkan di atas mobil atau truk besar hingga dapat dipakai keliling karnaval.
Suara musik yang keras itu memicuk amarah emak-emak di Desa Waturoyo, Kecamatan Margoyoso.
Karena kesal, ia nekat menyemprot rombongan sound horeg itu.
Setelah viral, akhirnya pemerintah setempat melarang penggunaan sound horeg ketika karnaval.
Sebab, bisa memicu keributan. Biar aman dan lancar, pemerintah memutuskan melarang karnaval sound horeg
Polsek Margoyoso beserta pemerintah desa dan kecamatan sudah menyepakati arak-arakan atau karnaval sound horeg di karnaval Haul Mbah Ronggokusumo.
Hal itu, supaya terjadi kondusifitas di wilayah kecamatan Margoyoso.
Adanya larangan itu, imbas dari viralnya ibu-ibu menyiram rombongan karnaval sound horeg ketika karnaval sedekah bumi di Desa Waturoyo, Margoyoso pada Minggu (11/8) lalu.
”Dalam karnaval Haul Mbah Ronggo Kusumo, Desa Ngemplak Kidul diimbau kepada seluruh masyarakat dan peserta karnaval agar tidak membawa ataupun membunyikan sound horeg dan sejenisnya. Demi menjaga pelaksanaan dan ketertiban acara,” Terang Kapolsek Margoyoso AKP Joko Triyanto.
Baca Juga: Potensi Wisata Gua Larangan di Tambakromo Pati Butuh Sentuhan Artistik, Salah Satunya Penataan Lampu
Pihaknya bakal memberikan sanksi ketika peringatan tersebut tak diindahkan.
Kata Joko, bila tak diindahkan, sound horeg yang nekat ikut karnaval bakal disita.
”Apabila imbauan dan larangan ini tetap dilaksanakan peserta (karnaval Haul Mbah Ronggo Kusumo, Red), maka kami Polresta Pati dan Polsek Margoyoso akan menyita sound horeg dan sejenisnya ke Polresta Pati maupun Polsek Margoyoso,” tegasnya.
Dengan adanya imbauan itu, Kapolsek berharap kejadian emak-emak viral usai menyemprotkan air ke rombongan sound horeg tak terjadi lagi.
Sehingga terjalin keamanan di tingkat bawah.
Diberitakan sebelumnya, pada Minggu (11/8) lalu, Sukati viral di berbagai media sosial (medsos).
Ia merasa geram dan terganggu dengan karnaval sound horeg. Ketika melintasi di depan rumahnya, ia pun menyiram truk dengan air.
Sebenarnya, karnaval tersebut digelar warga dalam rangka sedekah bumi Desa Waturoyo, Margoyoso.
Nampak dalam video, Sukati meminta untuk mengurangi volume sound sambil memegang selang dengan air yang mengucur yang tak begitu deras.
Merasa tak terima ditegur, peserta karnaval sound horeg tersebut marah.
Juga sempat melakukan intimidasi dan provokasi bersama-sama.
Editor : Ali Mustofa