PATI - Bantaran Sungai Juwana di Dukuh Gilis, Desa Sugiharjo, mendadak ramai. Tidak seperti biasanya yang sepi.
Sejumlah anak muda berkumpul. Umbul-umbul terpasang di sepanjang jalan menambah kesan meriah.
Sebuah banner berukuran sedang terpasang di sebuah tenda kecil yang disiapkan oleh panitia.
Hari itu sedang berlangsung kembali Festival Kali Juwana ke-5 yang digagas oleh Komunitas Peduli Sungai Juwana (Jampisawan).
Festival ini digelar rutin tahunan. Kali ini, mengambil tema besar ”Mupakara Tirthakamandalu” atau ”Menjaga Air Kehidupan”.
Festival ini, digelar bersamaan dengan Hari Sungai Nasional sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI).
Festival digelar sejak (27/7) lalu hingga Sabtu (17/8) mendatang.
Beragam kegiatan mulai dari susur sungai, bersih sungai, pentas seni, mural, dan diskusi tentang keberlanjutan Sungai Juwana digelar terbuka untuk umum.
Pembukaan festival ini, berlangsung di tepi Jembatan Gantung yang berlokasi di Dukuh Gilis, Desa Sugiharjo Kecamatan/Kabupaten Pati.
Berbagai kelompok turut serta. Mulai dari masyarakat sekitar, pegiat lingkungan, mahasiswa, hingga pejabat pemerintah.
Ari Subekti, juru bicara Jampisawan mengungkapkan, serangkaian kegiatan ini, bertujuan menghidupkan kembali semangat kepedulian masyarakat terhadap sungai Juwana.
Sebab, selama ini ia menilai kesadaran masyarakat tentang merawat sungai yang bermuara Laut Utara Jawa itu masih rendah.
”Festival Kali Juwana ini yang ke-5. Semangatnya masih sama, bahwa kami berharap kepedulian masyarakat terhadap Kali Juwana ini semakin tinggi," jelas Ari.
Menurutnya, perlu gerakan bersama untuk menjaga kelestarian sungai yang juga dengan nama Silugonggo itu.
Tak hanya pihak pemerintah, tapi juga butuh kesadaran masyarakat.
”Selama ini kami melihat Kali Juwana masih menjadi tempat pembuangan sampah dan limbah industri. Kami berharap berangsur-angsur turun dan suatu saat nanti bisa hilang. Butuh dukungan pemerintah yang punya kebijaksanaan maupun masyarakat," terangnya.
Salah satu cara agar kepedulian terhadap Sungai Juwana itu, dengan mengajar para undangan dari pemerintah maupun masyarakat untuk susur sungai.
Menurutnya, langkah ini bisa menumbuhkan keberpihakan terhadap sungai itu.
”Kegiatan susur sungai ini, kami mengundang beberapa komponen pemerintah maupun masyarakat. Saat mereka melihat sungai, harapannya akan muncul keberpihakan. Seperti kebijakan pemerintah yang berpihak terhadap sungai," ujarnya.
Sub Koordinator Seksi Operasional Bidang Sungai, Bendungan, dan Pantai Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Dinas Pusdataru) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Primandaru menyambut baik kegiatan ini.
Menurutnya, dengan diadakan Festival Kali Juwana ini, bisa meningkatkan kesadaran masyarakat tentang merawat ekosistem di sungai.
”Ini sangat bagus untuk mengenalkan lingkungan sungai. Karena selama ini sungai dijadikan sebagai halaman belakang. Dengan adanya festival ini, diharapkan ada pengenalan sungai dan bertukar pikiran dan tindakan nyata," harapnya. (*/lin)
Editor : Abdul Rokhim