PATI - Bulan Muharram pada penanggalan Islam tak saja dipakai sebagai penanda pergantian tahun bagi orang muslim.
Lebih dari itu juga sekaligus menjadi momen penting untuk bermuhasabah atau introspeksi diri.
Ngaji Budaya Suluk Maleman yang digelar pada Sabtu (20/7) malam, kembali mengajak untuk bermuhasabah di bulan Muharram.
Baca Juga: Jarang yang Tahu, Begini Cara Mengenal Diri Sendiri dan Mengenal Tuhan Yang Maha Esa
Anis Sholeh Ba’asyin, penggagas Suluk Maleman, menyebut bermuhasabah artinya menilai apa yang selama ini menggejala secara lahir untuk mengenali yang bathin yang menjadi sumbernya.
“Faktanya apa yang selama ini kita lakukan adalah akumulasi hasil pendidikan dan pembiasaan yang tertanam di otak sejak kecil, bahkan sejak bayi,” jelasnya.
Di satu sisi, lanjutnya, pendidikan dan pembiasaan yang ditanam dari luar.
Dari lingkungan ini secara potensial mencampur-baurkan antara yang baik dengan yang buruk, antara yang haq dengan yang bathil dan seterusnya.
Sementara di sisi lain, sebagian besar kebiasaan tersebut tak bisa dikenali akar nilai-nilai yang melahirkannya.
Baca Juga: Keren! Kapolresta Pati Dapat Penghargaan dari Kapolda Jateng, Ini Prestasinya
Manusia melakukannya setiap saat secara hampir otomatis.
Menurut Anis, dari sini manusia bisa menata ulang kebiasaan-kebiasaannya.
Menyingkirkan yang buruk, menguatkan dan menambah yang baik. (aua/zen)
Editor : Ali Mustofa