Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tak Inovatif, Dinas Pastikan SK Desa Wisata di Kabupaten Pati Bisa Dicabut

Achmad Ulil Albab • Sabtu, 15 Juni 2024 | 19:23 WIB
TARIK PENGUNJUNG: Event tahunan festival batik di Desa Bakaran Wetan, Kecamatan Juwana, menjadi salah satu tujuan wisata.
TARIK PENGUNJUNG: Event tahunan festival batik di Desa Bakaran Wetan, Kecamatan Juwana, menjadi salah satu tujuan wisata.

PATI – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati mendorong agar desa wisata di Kabupaten Pati terus aktif dan berinovasi.

Tujuannya, untuk menggaet kunjungan wisatawan. Sebaliknya, jika desa wisata tak ada inovasi SK-nya bisa dicabut.

”Selama ini masih banyak yang stagnan. Hanya ada beberapa desa wisata yang terus berinovasi dalam mendatangkan kunjungan wisatawan," ungkap Kepala Dinporapar Kabupaten Pati Rekso Suhartono.

"Contohnya yang sudah baik adalah Desa Wisata Bakaran Wetan dengan potensi andalannya, batik tulis," katanya.

Selebihnya, desa wisata yang lain masih belum ”memuaskan". Dia menyebut, kendala yang ada biasanya terkait sumber daya manusia (SDM) di desa wisata tersebut.

”Di Desa Bakaran Wetan sudah bagus. Terus berinovasi dengan event-event yang ada, bisa banyak mendatangkan pengunjung," terangnya.

Di Desa Bakaran Wetan sendiri, potensinya berupa wisata budaya batik tulis Bakaran.

Konon, menurut sejarahnya merupakan bagian dari warisan budaya era Kerajaan Majapahit.

”Kami mendorong agar desa-desa wisata terus berkembang. Untuk memberikan kegiatan kepada para pemuda dan warga serta mendongkrak perekonomian warga sekitar," sebut Rekso

"Juga muaranya nanti untuk menghasilkan pendapatan bagi desa tersebut. Namun, di lapangan masih banyak kendala," ujarnya.

Dirinya menyontohkan, Desa Gulangpongge, Kecamatan Gunungwungkal, memiliki potensi bagus untuk wisata. Berupa perbukitan di lereng Pegunungan Muria.

Namun, masih memiliki kendala soal akses jalan. Dia berharap, permasalahan tersebut dapat segera dicarikan solusi.

”Desa wisata statusnya bisa berubah. Dari rintisan kemudian menjadi desa wisata berkembang hingga desa wisata mandiri. Kalau desa wisata yang tak aktif atau tak punya inovasi, nanti SK-nya bisa dicabut," tegasnya. (aua/lin)

Editor : Ali Mustofa
#pengunjung #festival batik #sdm #pati #Dinporapar #inovasi #desa wisata #wisatawan