PATI — Pemkab Pati melakukan razia minuman keras (miras) di warung remang-remang di Kecamatan Margorejo baru-baru ini.
Tak disangka, petugas justru menemukan bilik kamar yang diduga untuk bercinta.
Sebelumnya, satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama TNI-Polri merazia tempat yang diduga beredar penjualan miras.
Petugas gabungan itu merazia warung remang-remang di depan Pasar Wage, Margorejo, Pati.
Ketika dirazia, penghuni warung itu pada lari terbirit-birit.
”Saat kami tiba di lokasi tak ada pemiliknya. Mereka pada lari,” terang Kasatpol PP Pati, Sugiyono.
Tak disangka, dalam razia itu mereka menemukan bilik kecil di belakang warung remang-remang itu. Petugas menduga adanya prostitusi di dalamnya.
”Transaksi di warung remang remang. Eksekusi esek-esek ya di seberang jalan,” katanya.
Setidaknya ada enam bilik cinta yang disediakan oleh pemilik warung.
Petugas menggeledah semua isi dari warung tersebut.
”Disediakan lebih dari enam kamar. Dua kamar diduga baru saja digunakan untuk tempat esek-esek,” paparnya.
Giono menjelaskan, pelaksanaan giat dalam rangka menindaklanjuti aduan masyarakat tentang kegiatan prostitusi dan peredaran minimal beralkohol.
Dari hasil kegiatan ditemukan barang bukti berupa minuman beralkohol sebanyak 53 botol dari dua toko.
”Selanjutnya kepada para penjual yang terjaring diberikan pembinaan dan peringatan. Serta penyitaan barang bukti berupa 53 botol minuman beralkohol,” paparnya.
Sebelumnya diberitakan, tim Jawa Pos Radar Kudus sudah menelisik warung remang-remang itu.
Setidaknya lima warung disana. Satu warung tepat di sebelah Timur pom. Di depannya ada angkringan Sisanya berjejer di sebrang jalan (selatan) pom itu. Adapula pos jaga polisi kisaran 100 meteran ke arah Barat SPBU.
Tim mencoba mencari informasi di warung kopi sebelah Timur pom itu.
Terlihat empat perempuan dan tiga laki-laki di warung itu. Dua orang tim Jawa Pos Radar Kudus membeli kopi untuk berbaur dengan mereka.
Terlihat pria usia kisaran 40 tahunan keluar dari kamar bersama perempuan seusia pria itu.
”Kembali Rp 15 ribu lho,” celoteh pria tak dikenal itu.
”Iya bentar. Ini lho saya ambilkan,” jawab perempuan itu.
Kemudian yang diduga mami itu menghampiri tim Jawa Pos Radar Kudus yang hendak memesan kopi.
”Kasihan mbak-mbaknya, Mas. Belum dapat pelanggan ini. Sudah gak apa apa coba didekati mbaknya. Rp 200-an. Bisa dinego,” kata salah satu perempuan itu (Mami).
”Takut Mi. Nanti digerebek bagaimana? Sebelah pos jaga petugas lho?” Tanya Jawa Pos Radar Kudus.
”Ndak apa-apa, Mas. Aman. Ini ada Mas Budi (nama samaran) yang mengondisikan,” jawab mami itu.
Kemudian Jawa Pos Radar Kudus mendekati salah satu wanita itu untuk menggali lebih dalam informasi.
Sebut saja Mawar (nama samara) salah satu tunasusila itu.
”Berapa jadinya, Mbak? Kalau iya main dimana?” tanya wartawan ini kepada Mawar.
”Di belakang warung ada kamar itu. Nanti disana saja. Udah gak apa-apa. Aman kok. Ayok tah,” jawab Mawar. (adr)
Editor : Abdul Rokhim