PATI – Ratusan petani menggeruduk kantor BPBD Pati kemarin pagi.
Mereka menagih bantuan bagi petani yang gagal panen. Bantuan itu, pernah dijanjikan Presiden RI Joko Widodo.
Para petani mengancam jika janji Jokowi tidak segera direalisasikan, para petani yang pernah mengalami gagal panen akan melakukan aksi lebih besar.
”Kami menagih janji Pak Jokowi saat di Grobogan, yang akan memberikan bantuan petani puso," terang Nurhadi, salah seorang orator dalam aksi demo tersebut.
Menurutnya, Presiden Jokowi pernah menyampaikan akan memberikan bantuan bagi petani puso atau yang gagal panen pada 2023 lalu.
Hanya, sampai saat ini bantuan itu ternyata belum terealisasi.
”Pada 2023, para petani di Kabupaten Pati banyak yang gagal panen. Presiden Jokowi saat kunjungannya di Grobogan, berjanji akan memberikan bantuan kepada para petani yang gagal panen. Namun, ternyata sampai saat ini belum terealisasi,” ungkap koordinator aksi Marzuki.
Dia mengaku, total kerugian yang dialami petani di Pati akibat gagal panen hampir mencapai Rp 50 miliar.
”Kami minta agar Presiden Jokowi segera merealisasikan, karena ini sudah satu tahun lebih," lanjut Marzuki.
Kepala BPBD Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetyo berharap, aksi unjuk rasa yang dilakukan para petani bisa didengar oleh pemerintah pusat.
Ia mengaku, kendala yang dihadapi karena masalah anggaran. Untuk Kabupaten Pati kerugian akibat gagal panen mencapai Rp 46 miliar.
Dengan angka sebesar itu, pemerintah tidak bisa memberikan bantuan itu dalam waktu yang sama.
”Meski kita paham, pemerintah pasti tidak dengan sengaja menunda pelaksanaan pemberian bantuan panen puso ini. Kita harus yakin itu," imbuhnya. (aua/lin)
Editor : Ali Mustofa