Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Begini Cerita Ibu Korban Pembunuhan Gadis di Pati : Sempat Bertemu Tersangka setelah Warga Dobrak Pintu Rumah

Andre Faidhil Falah • Kamis, 6 Juni 2024 | 21:41 WIB
KEHILANGAN: Ibu almarhumah Ratri Pramudita Suntari dan suaminya Junari menunjukkan foto anaknya dan tunangannya di Desa Ronggo RT 4/RW 2, Jaken, Pati, rumahnya kemarin
KEHILANGAN: Ibu almarhumah Ratri Pramudita Suntari dan suaminya Junari menunjukkan foto anaknya dan tunangannya di Desa Ronggo RT 4/RW 2, Jaken, Pati, rumahnya kemarin

PATI - Suasana duka masih menyelimuti rumah korban pembunuhan Dita -sapaan Ratri Pramudita- di RT 4/RW 2, Desa Ronggo , Jaken, Pati pada Rabu (5/6).

Rumah orang tua Dita sederhana lantai keramik. Dinding tembok bercat putih kombinasi keramik.

Siang kemarin, para saudaranya duduk menemani Suntari, ibu almarhumah Dita.

Pamitnya mau mengambil HP yang sudah dipesan.

Itulah pertemuan terakhir Dita dan ibunya.

”HP anak saya hilang. Terus mau beli HP lewat Udin itu. Bukan dibeliin. Tapi beli sendiri. Anak saya pergi ke rumahnya pukul 06.50,” tukasnya.

Dirinya tak menyadari akan ada musibah yang datang. Tak ada firasat apapun. Hanya saja, anaknya itu tak pulang-pulang.

”Tak ada firasat apapun. Anak saya nda pulang berjam-jam. Terus saya mencari ke rumah tersangka,” tandasnya.

Suntari lalu pergi sendiri mencari anaknya. Ketika sampai di rumah tersangka, pintunya terkunci.

”Saya sampai bolak-balik tiga kali. Rumahnya dikunci,” imbuhnya.

Kemudian dia meminta tolong anak tetangganya untuk membantu mencari anaknya itu.

Alhasil, pintu belakang rumah tersangka dibuka paksa.

Baca Juga: Salurkan CSR Program KB, RS KSH Pati Bantu Pemerintah Bentuk Keluarga Berkualitas

”Saya mendobrak pintu belakang rumah Udin. Waktu itu tak ada orang. Saya teriak-teriak memanggil anak saya,” ucapnya.

Setelah itu, Udin menanggapi Suntari. Dari pernyataan sang ibu, tersangka mengatakan bahwa anaknya tak ada di rumahnya.

”Dia bilang anak saya tak ada di sini. Motor anak saya dititipkan ke dia. Bilangnya anak saya pergi dengan orang lain. Dia teriak dari kamarnya,” bebernya.

Warga lantas melaporkan hal tersebut ke kepala desa dan polsek setempat. Supaya mengkroscek rumah Udin.

Setelah itu, warga dan jajaran kepolisian mendatangi rumah tersangka.

Baca Juga: Sadis! Seorang Pemuda Tega Habisi Nyawa Gadis Warga Jaken Pati Pakai Sajam Sepekan Jelang Nikah, Begini Kronologi Lengkapnya 

Alhasil, ditemukan anak Suntari tergeletak di lantai. Dia tak bisa menahan tangis ketika tahu anaknya itu sudah tak bernyawa.

”Ada Udin di dalam kamar. Anak saya ada di dalam,” ucapnya.

Kepolisian sontak mengamankan tersangka. Setelah itu korban dilarikan ke RSUD RAA Soewondo untuk diotopsi.

Karena anaknya tewas, Suntari menginginkan pelaku dijerat hukuman seberat-beratnya. Bahkan dia ingin hukuman mati kepada tersangka.

”Anak saya ndak salah. Anak saya mati ya saya ingin tersangka juga dihukum mati,” tegasnya.

Adanya kabar itu, Suntari, ibu korban tak membenarkan adanya hubungan spesial antara anaknya dengan tersangka.

Nda pernah pacaran. Teman biasa,” jawab Suntari ketika ditanya status anaknya dengan tersangka di kediamannya pada Rabu (5/6).

Sepengetahuannya, tersangka ini menyukai anaknya sudah lama. Namun, perasaan tersangka tak direspon korban.

”Kalau Udin tak pernah pacaran dengan anak saya. Kalau suka iya. Tapi anak saya tak merespon kalau suka,” imbuhnya.

Hubungan kedua pihak itu diperkuat dengan Dita akan menikah dengan pria asal Dukuh Dukuh, Desa Wiroto, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang.

”Anak saya mau menikah minggu depan. Orang Dukoh, Wiroto,” terang Suntari.

Hubungan dengan orang Rembang itu diketahui Suntari sudah berlangsung lama. Empat tahun ini mereka berhubungan dan mau menikah.

”Anak saya sudah tiga tahun pacaran. Terus setahun tunangan. Minggu depan menikah,” ucapnya.

Di samping itu, adik Suntari, Karjono menambahkan, pihaknya ingin meluruskan kabar-kabar yang kurang tepat di kalangan masyarakat.

Bahwasannya, memang benar tersangka dan korban ini tak ada hubungan seperti yang dikabarkan.

”Tidak pacaran, Mas. Kemudian tersangka ini tidak membelikan HP untuk korban. Tapi korban membelinya dari tersangka. Titip beli HP,” imbuhnya.

Di samping itu, adik Suntari, Karjono juga menginginkan tersangka ini dijerat pasal yang berat. Hukuman mati jika memungkinkan.

”Dari keluarga ingin tersangka dijerat pasal hukuman semaksimal mungkin. Kalau mungkin hukuman mati,” tandasnya.

Alasan hukuman itu lanjut dia, tersangka melakukan pembunuhan berencana. Sehingga memungkinkan untuk hukuman berat.

”Pembunuhannya di rumah tersangka. Kategori berencana,” ujarnya.

Untuk hasil otopsi, lanjutnya, belum keluar. Simpang siurnya juga ada pelecehan.

”Itu kan nambah pasal. Tapi kami masih menunggu hasil otopsi,” pungkasnya. (adr/zen)

Editor : Abdul Rokhim
#pembunuhan #Desa Ronggo #suntari #pati #jaken #Junari