PATI – RS Keluarga Sehat (KSH) Pati menggelar kegiatan safari keluarga berencana (KB) bekerja sama dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Pati.
Kegiatan ini, merupakan bagian dari program corporate social responsilibity (CSR) dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 KSH Pati.
Chief Operating Officer (COO) KSH Group Kelvin Kurniawan mengungkapkan, kegiatan ini sebagai bentuk kehadiran RS KSH untuk membantu pemerintah dalam rangka pengendalian jumlah penduduk melalui program KB.
”Tentunya negara apabila ingin sejahtera, syaratnya pertumbuhan jumlah penduduknya terkendali. Salah satu caranya dengan program KB. Kami bekerja sama dengan Dinsos P3AKB membuat program itu," ujarnya.
"Ini dalam rangkaian HUT ke-18 KSH yang bertema ”I Wa Born to Love, dimana Kita Ada untuk Melayani dan Mencintai Masyarakat”,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai direktur RS KSH Pati ini.
Kelvin mengungkapkan, ada 10 ibu-ibu yang mengikuti program KB di RS KSH Pati kemarin.
Mereka berkenan dilakukan Metode Operasi Wanita (MOW) atau tubektomi yang merupakan kontrasepsi tetap.
”Kontrasepsi jangka panjang tetap ini, memiliki keunggulan karena tingkat keberhasilannya cukup tinggi untuk mencegah kehamilan. Dibanding dengan metode kontrasepsi lain,” ujar Kelvin.
Diketahui MOW atau yang bisa juga disebut tubektomi merupakan prosedur pemotongan atau pengikatan tuba falopi (saluran indung telur).
Sementara itu, Kepala Dinsos P3AKB Kabupaten Pati Indriyanto mengapresiasi program KB yang dilakukan RS KSH.
Pihaknya juga berharap, RS KSH dapat mendorong agar KB pasca persalinan dapat ditingkatkan.
”KB pascasalin masih rendah. Kami harapkan RS KSH turut mendorong, agar KB pascasalin dapat meningkat. Kami berharap rumah sakit membantu,” harap Indriyanto.
Selain itu, Indriyanto juga menekankan pentingnya program KB sebagai salah satu penunjang penurunan angka stunting.
”Dengan program KB ini, manfaatnya bisa sebagai pengendalian pertumbuhan jumlah penduduk, perencana keluarga, dan peningkatan kualitas keluarga. Karena itu, KB menjadi salah satu bagian penting dalam menunjang kesuksesan penurunan stunting,” imbuhnya. (aua/lin)
Editor : Ali Mustofa