PATI — Jalur lambat di Jalan Raya Pati — Kudus sering dikeluhkan pengendara, sebab permukaan jalannya yang kerap mengelupas dan bolong-bolong.
Hal ini membuat para pengendara roda dua lebih memilih melintas di jalur cepat yang diperuntukkan khusus bagi kendaraan roda empat.
“Ini sudah mulai perawatan jalan sejak kemarin hingga hari ini dilanjut, di sepanjang jalur lambat tersebut,” ungkap Kabid Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pati Hasto Utomo.
Lebih lanjut, Hasto menyebut penyebabnya jalur lambat sering rusak dikarenakan sering tergenang air, akibat drainase yang kurang baik.
Sehingga membuat aspal di jalan tersebut cepat rusak.
“Kalau dibandingkan dengan aspal di jalur cepat memang beda. Jenis aspalnya beda. Di jalur lambat aspalnya lebih tepis, selain itu di jalur lambat sering tergenang air karena drainase yang kurang baik. Karenya lebih cepat rusak,” jelas Hasto.
Di ketahui jalur lambat ini merupakan jalur khusus sepeda motor, sementara jalur cepat diperuntukkan bagi kendaraan roda empat.
Namun sering kali para pengendara sepeda motor memilih melintas di jalur cepat, meskipun hal tersebut merupakan sebuah pelanggaran lalu lintas.
Para pengendara sepeda motor ini berdalih jika jalur lambat rusak dan membuat tak nyaman berkendara.
Kerusakan di jalur lambat hampir merata. Meskipun hanya bolong-bolong dan aspalnya mengelupas.
“Jalanan yang bawah (jalur lambat) itu gak nyaman. Yang depan SMAN 1 Pati sampai sekitaran BPBD itu banyak yang mengelupas aspalnya, bolong-bolong, ada juga yang bergelombang. Kalau malam juga gelap banget tidak ada lampu penerangan," ungkap Saiful salah seorang pengendara sepeda motor.
"Jalur yang di depan RM Saptorenggo juga banyak yang mengelupas aspalnya. Harapannya kalau bisa kondisi jalannya sama bagusnya dengan di jalur cepat yang untuk mobil,” lanjutnya. (aua/him)
Editor : Ali Mustofa