PATI - Separo badan Jalan Alternatif Pati-Grobogan, tepatnya di perbatasan antara Desa Larangan dan Wukirsari, Kecamatan Tambakromo, mengalami longsor cukup parah.
Hal ini akibat dampak cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Kota Mina Tani mulai Selasa (12/3) lalu.
"Longsornya jalan itu disebabkan tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir ini. Longsornya hari Kamis (14/3)," kata Camat Tambakromo Mirza Nur Hidayat.
Baca Juga: Jadi, Kapan Bonus untuk Pelatih Porprov Jateng Senilai Rp1,2 Miliar itu Cair? Begini Tanggapan KONI Pati
Terlihat lebih dari separuh badan jalan penghubung antardesa itu amblas.
Kondisi itu membuat pengendara roda dua maupun roda empat yang melaju dari arah Pati menuju Purwodadi maupun sebaliknya harus mengurangi kecepatan.
Jalan tersebut hanya menyisakan lebar sekitar 1 meter untuk dilalui kendaraan.
Sempitnya jalan yang tersisa itu membuat kendaraan yang melintas harus bergantian.
Untuk kendaraan roda empat, harus keluar dari badan jalan.
"Kejadiannya sekitar pukul 15.00 WIB. Waktu itu bertepatan dengan tanggul bedah di Angkatan Lor," lanjutnya saat meninjau jalan tersebut akhir pekan lalu.
Selain karena diguyur hujan dengan intensitas yang tinggi, Mirza menyebut jika longsornya jalan ini juga disebabkan oleh air yang mengalir dari arah utara jalan.
Baca Juga: Imbas Jebolnya 2 Tanggul Sungai Lusi Grobogan, Banjir Melimpas ke Desa Bugel! Begini Kondisinya Saat Ini
Sebab, jalan yang kondisinya longsor itu berada di cekungan.
"Jalan ini sebenarnya kan cekungan. Sehingga air yang mengalir ke bawah, secara perlahan menggerus jalan," imbuhnya.
Mirza menyebut, longsor tersebut panjangnya mencapai 13 meter dengan kedalaman 2 meter dan lebar mencapai 3 meter.
Ini berdasarkan laporan yang ia terima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati.
"Untuk penanganannya kita sudah laporkan ke PJ Bupati serta pihak terkait," pungkasnya.
Selain jalan longsor di Kecamatan Tambakromo, jalan longsor juga terjadi di Desa/Kecamatan Sukolilo usai hujan turun dengan intensitas tinggi beberapa waktu lalu.
Selain itu, cuaca ekstrem juga membuat sejumlah pohon besar tumbang di pinggir jalan, dan juga membuat puluhan desa di 10 kecamatan terendam banjir. (aua/khim)
Editor : Abdul Rokhim