PATI - Banjir yang melanda Kabupaten Pati kian meluas berdasarkan pantauan hari ini, Jumat (15/3).
Dilaporkan hingga kini sebanyak 30 desa dari tujuh kecamatan sudah terdampak.
Banjir meluas di beberapa kecamatan, yakni, Gabus, Kayen, Juwana, Jakenan, Sukolilo, Tambakromo, dan Pati.
Dari kecamatan itu ada 30 desa yang terdampak banjir.
Di antaranya, Desa Tondomulo, Jakenan; Desa Banjarsari, Gabus; Desa Srikaton, Kayen; Desa Bumirejo, Juwana; Desa Kasiyan, Sukolilo; dan Desa Mustokoharjo, Pati.
Penyebab banjir salah satunya, daerah aliran sungai (DAS) tidak kuat menampung debit air.
Sehingga meluap ke permukiman warga.
Hal itu diungkapkan Kalakhar BPBD Pati Martinus Budi Prasetya.
Ia menyebut banjir di Pati juga disebabkan curah hujan tinggi.
Hal itu memicu DAS tidak mampu menampung air dan meluap ke permukiman warga.
”Sudah sepekan ini hujan dan cuaca ekstrim. DAS ini tak mampu menampung debit air dan meluap,” tuturnya.
Selain itu, banjir juga disinyalir lantaran lahan kritis di Pegunungan Kendeng maupun Gunung Muria di wilayah Pati.
Baca Juga: KRONOLOGI 5 Anak di Mejobo Kudus Tenggelam Saat Banjir, 3 Korban Ditemukan Tewas!
Lahan kritis ini membuat penyerapan air hujan di daerah atas kurang maksimal.
Sehingga, air hujan langsung turun ke bawah dengan membawa lumpur.
Sungai pun cepat mengalami sedimentasi dan tak kuat menampung air hujan.
”Kalau kita runut, ini terjadi lantaran beralihnya fungsi hutan lindung menjadi tanaman semusim, padi, ketela dan sebagian. Buahnya diambil dan dirasakan oleh masyarakat,” tukasnya.
Dia menuturkan, banjir ini juga dampak dibukanya pintu air Bendung Wilalung yang mengarah ke lembah Silugonggo.
Maka tinggi muka air di sungai Juwana akan naik.
”Ini menyebabkan aliran sungai-sungai kecil yang bermuara di sungai Juwana terhambat. Akhirnya akan membanjiri desa-desa baik di areal persawahan maupun pemukiman,” tuturnya.
Akibatnya, pemukiman warga, jalan hingga lahan pertanian kebanjiran.
Terhitung 400-an rumah warga dan 100-an hektare sawah terendam banjir.
”Kami mendata banjir ini. Ada ratusan permukiman dan sawah terendam banjir,” katanya. (adr).
Editor : Dzikrina Abdillah