PATI – Kelompok masyarakat mulai mempertanyakan kejelasan soal fungsi bendung karet yang mulai dibangun ini. Mereka khawatir menimbulkan permasalahan lingkungan.
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana kini tengah mempersiapkan pemasangan dua unit bendung karet (bendung kembang kempis) di sungai juwana.
Bila terwujud, sepanjang sungai akan menjadi lumbung padi.
Pembangungan bendung itu berproses sejak 29 September 2022. Target rampungnya proyek itu pada 25 Juni 2024.
Ketua Jaringan Masyarakat Peduli Sungai Juwana (Jampisawan) Sunhadi mengatakan, petani di sepanjang sungai Juwana akan terkena dampak bendung karet.
Dari mulai petani yang ada di Kecamatan Jakenan, Juwana, Pati, Margorejo, Gabus, Kayen, bahkan Sukolilo.
Komunitas yang konsen lingkungan itu menilai, bendung yang terletak di Desa Bungasrejo, Jakenan itu akan merubah masa tanam para petani.
Sehingga hal ini dianggap akan menimbulkan masalah baru.
”Bendung karet akan mengakibatkan perubahan besar. Khususnya pertanian. Jadi petani ini akan terdampak karena masa tanamnya berubah,” tuturnya.
Pembangunan bendung karet tersebut juga dinilai bertolak belakang dengan klaim bahwa bisa mengatasi banjir di wilayah yang berada di sepanjang aliran sungai Juwana.
Menurutnya, bangunan tersebut justru membuat kiriman air kawasan hulu semakin sulit terkendali.
”Bendung karet itu hanya untuk menghalau air asin dari laut. Jadi kalau untuk mengatasi banjir saya kira salah. Masyarakat di Jakenan ini sering kebanjiran, tapi asalkan sudah panen. Tapi kalau ini bisa kebanjiran dan enggak panen pula,” ucapnya.
Pihaknya pun meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait pembangunan Bendung Karet tersebut.
Sebab selama ini belum ada sosialisasi dari pihak terkait soal proyek itu.
”Kami minta BBWS harus bisa menjelaskan ini kepada masyarakat. Pemerintah harus memberikan jawaban pasti khususnya kepada para petani. Jampisawan siap fasilitasi. Karena kalau sosialisasinya di desa informasi tidak sampai ke masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBWS Pemali Juana Fuad Kurniawan menyebutkan, pembangunan bendungan karet di aliran sungai Juwana tersebut adalah salah satu upaya untuk mengendalikan terjadinya banjir.
Jika bendungan karet tersebut sudah terealisasi, maka pengendalian banjir di aliran sungai Juwana akan lebih mudah dipantau dan diantisipasi oleh pihak BBWS. (adr/ali)
Editor : Ali Mustofa