PATI- Pihak keluarga bocah SDdi Pati yang diduga menjadi korban pelecehan seksual melaporkan oknum guru ke kepolisian.
Sebelumnya seorang bocah kelas 6 SD di Pati diduga mendapatkan pelecehan seksual dari dua oknum guru.
Berdasarkan keterangan Ibu korban diketahui pelaku kerap kali mengirimkan pesan tak senonoh kepada anaknya.
Atas hal itu, Ibu korban menyatakan, pihaknya telah melaporkan oknum guru yang melecehkan anaknya.
Menurutnya hal itu supaya ada tindakan tegas, juga sebagai efek jera.
"Saya sudah dipanggil pihak kepolisian. Saya mendapat surat terima laporan itu," paparnya.
Ia juga mengatakan, pihaknya bakal mengikuti proses hukum sesuai dengan aturan yang berlaku.
Namun, niatnya supaya ada efek jera.
"Jika dijerat hukum ya saya ikuti. Sebenarnya saya ingin ada efek jera saja," tukasnya.
Ibu korban melaporkan kejadian itu karena kecewa tak ada tindaklanjut dari pihak sekolah.
Padahal seharusnya ada pembinaan ketika ada guru yang melenceng.
"Saya ketemu kepala sekolah malah bilangnya itu tidak mungkin. Seakan membela guru itu," imbuhnya.
Sementara itu, ketika dikonfirmasi, pihak kepolisian membenarkan adanya laporan itu.
Kasatreskrim Polresta Pati Kompol M. Alfan Armin MAP mengatakan, pihaknya masih menyelidiki persoalan tersebut.
"Saya cek dulu ya. Betul ada laporan dari orangtua anak. Saat ini sedang kita lakukan penyelidikan," paparnya.
Saat ditanya bagaimana proses dan pemanggilan, ia menjawab saat ini masih dalam proses.
"Saat ini sedang dalam penyelidikan. Dalam proses pemanggilan dan pemeriksaan," tukasnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang siswi kelas enam di salah satu SD di Kabupaten Pati diduga mendapat pelecehan seksual oleh dua oknum gurunya.
Modus oknum guru itu, siswi diajak salaman.
Ibu korban menyebut salah satu oknum guru itu kerap pesan singkat WhatsApp (WA) kepada siswi itu.
Anak di bawah umur itu mendapat pesan yang tak senonoh.
Berdasarkan kesaksian guru berinisial R itu menyatakan, dia sering didekati oleh anak itu.
Ia menyebut sang anak sering nempel-nempel.
”Anaknya ini sering nempel-nempel ke saya. Tapi saya sudah peringatkan,” imbuhnya.
Saat ditanya mengenai chattingan itu, dia mengaku memang ada.
Dia mengklaim, si anak yang memancing duluan.
”Iya ada. Selama ini saya ada pembinaan. Si anak ini curhat,” imbuhnya.
Di samping itu, oknum guru lainnya berinisial I mengaku tak pernah menyentuh fisik dari anak tersebut.
Pengakuannya sama dengan oknum guru berinisial R itu.
”Tak pernah (menyentuh fisik). Anaknya yang nempel-nempel tiba-tiba. Saya pun bingung. Sudah saya tegur juga,” paparnya. (adr)
Editor : Dzikrina Abdillah