PATI - Video kericuhan konser dangdut viral di sosial media. Konser dangdut itu diselenggarakan di lapangan Desa Bakalan, Kecamatan Dukuhseti Pati.
Orkes dangdut New Monata itu dalam rangka anniversary sebuah ormas di wilayah tersebut.
Dalam video yang viral tersebut terlihat sejumlah penonton saling lempar kursi, terlihat juga beberapa pria juga terlibat adu jotos.
Bahkan ada yang sampai membawa parang. Dalam video tersebut polisi mencoba melerai adu jotos dan kericuhan namun tidak dapat berbuat banyak.
Kericuhan itu terjadi pada Rabu (8/11) siang. Video viral itu seperti yang diunggah akun Jati Diri di grup Facebook Dukuhseti-Com.
"New Monata di Bakalan ricuh, kursi sampai melayang," tulis akun tersebut dalam unggahan video yang mendapat ratusan like dan komentar tersebut.
Salah seorang sumber Jawa Pos Radar Kudus mengungkapkan, aksi ricuh itu diduga karena pengaruh miras.
Awalnya kericuhan dari dalam area tamu undangan kemudian meluas sampai luar.
"Awal ricuh di dalam pagar kemudian meluas sampai lari ke luar pagar. Ya mungkin efek pengaruh miras," ungkapnya.
Saat dikonfirmasi Kapolsek Dukuhseti AKP Sukarno membenarkan kejadian tersebut.
"Ya benar (kejadian ricuh) cuma sebentar mas, giat selesai semua kondusif kembali. Malamnya terus (acara) salawatan, dan sampai pagi ini situasi tetap kondusif tidak ada aduan ataupun laporan ke Polsek," ungkap AKP Sukarno saat dikonfirmasi melalui pesan WA.
Lebih lanjut pihaknya menegaskan, kejadian viral ricuh antar penonton konser dangdut itu hanya sebentar saja.
Saat ditanya terkait korban, pihaknya menampik dan mengatakan tidak ada korban.
"Selesai jam 16.00, cuma ribut sebentar saja itu. Tidak ada korban. Yang bawa senjata tajam sudah diamankan dan sudah langsung dijemput keluarganya," paparnya. (aua/him)
Editor : Ali Mustofa