PATI - Perputaran ekonomi dalam perayaan budaya Meron di Desa/Kecamatan Sukolilo cukup besar. Bahkan mencapai hingga Rp 1-2 miliar.
Sekretaris panitia Meron tahun 2023 Triyono mengungkapkan kemeriahan Meron sendiri berlangsung sejak H-1 bulan acara, ratusan pedagang menggelar dagangan dalam acara pasar malam yang tersebar di beberapa titik.
"Kalau persiapan acara sekitar 3 bulan secara keseluruhan, kalau untuk Meron sendiri menyiapkan once, ampyang dan gunungan sekitar satu bulanan," terang Triyono.
Triyono mengungkapkan, antusias masyarakat mengikuti kegiatan Meron setia tahun cukup besar. Bahkan dalam sekali even Meron perputaran uang secara keseluruhan antara 1,5 sampai 2,5 miliar.
"Itu baru pedagang-pedagang pasar malam, belum termasuk kegiatan Meron seperti sewa kostum karnaval dan lainnya bisa lebih," lanjutnya.
Untuk pedagang di pasar malam mayoritas berasal dari luar kota. Total ada seratusan lebih yang terhitung.
"Kalau pengunjung di kisaran angka 10 ribuan orang khususnya saat hari H acara Meron," imbuhnya.
Rangkaian kemeriahan tradisi Meron berlangsung mulai 26 September dengan kegiatan manaqib dan istighosah Al Khidmah.
Dilanjutkan Sukolilo Bersholawat 27 September, karnaval budaya 28 September, Leang Leong 28 September, dan puncaknya upacara adat Meron berlangsung 29 September di Masjid Besar Baitul Yaqin pukul 13.00.
Selain itu ada pula kegiatan khataman Alquran bil gaib, khitan massal, buka luwur makam Pendowo Limo, kirab budaya Pendowo Limo, dan Gebyar Sultan Agung.
Sekretaris panitia Meron tahun 2023 Triyono mengungkapkan kemeriahan Meron sendiri berlangsung sejak H-1 bulan acara, ratusan pedagang menggelar dagangan dalam acara pasar malam yang tersebar di beberapa titik.
"Kalau persiapan acara sekitar 3 bulan secara keseluruhan, kalau untuk Meron sendiri menyiapkan once, ampyang dan gunungan sekitar satu bulanan," terang Triyono.
Triyono mengungkapkan, antusias masyarakat mengikuti kegiatan Meron setia tahun cukup besar. Bahkan dalam sekali even Meron perputaran uang secara keseluruhan antara 1,5 sampai 2,5 miliar.
"Itu baru pedagang-pedagang pasar malam, belum termasuk kegiatan Meron seperti sewa kostum karnaval dan lainnya bisa lebih," lanjutnya.
Untuk pedagang di pasar malam mayoritas berasal dari luar kota. Total ada seratusan lebih yang terhitung.
"Kalau pengunjung di kisaran angka 10 ribuan orang khususnya saat hari H acara Meron," imbuhnya.
Meron sendiri telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2016.
Meron telah menjelma menjadi atraksi budaya yang dapat menarik perhatian wisatawan. (aua/him)
Editor : Ali Mustofa