PATI – Daerah yang dilanda kekeringan di Kabupaten Pati kian meluas. Sebelumnya ada 26.791 jiwa terdampak kekeringan. Kini menjadi 37.114 orang.
Beberapa wilayah di Kabupaten Pati mengalami kekeringan. Akibarnya puluhan ribu jiwa kesulitan mendapat air bersih.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, ada sebanyak 37.114 jiwa dari 7.949 kartu keluarga (KK) yang terdampak kekeringan.
Sebelumnya kekeringan ini berdampak pada 26.791 jiwa dari 5.206 KK.
Desa yang mengalami kekeringan di Pati ini kian bertambah. Setidaknya ada dua desa yang baru-baru ini mengalami kekeringan.
”Wilayah Kecamatan Pucakwangi bertambah Desa Sitimulya. Kemudian Jakenan bertambah Desa Tambahmulyo,” terang Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Pati Martinus Budi Prasetya.
Kondisi itu dilaporkan telah berlangsung dari Juli hingga September ini. Adapun puluhan ribu warga yang terdampak kekeringan tersebut berada di puluhan desa yang tersebar di delapan Kecamatan.
Misalnya di Desa karangrejo, Karangwotan Kecamatan Pucakwangi. Kemudian di Desa Mantingan, dan Sidomukti Kecamatan jaken. Lalu, di Kecamatan Tayu ada Desa Dororejo.
Sementara itu, Ketua DPRD Pati Ali Badruddin berharap pemerintah memperhatikan kondisi kekeringan yang ada di Kota Mina Tani.
Meski bencana ini musiman, tetap harus ada penanganan. Sebab, masyarakat sudah banyak yang terdampak.
”Misalnya Pemkab ini menyediakan bantuan air bersih untuk masyarakat. Kemudian untuk jangka panjang ini ya pemanfatan air baku,” terangnya.
Ali menyayangkan, pihak Pemkab ini selalu menggunakan solusi jangka pendek untuk penanganan kekeringan. Menurutnya, bencana musiman ini perlu solusi jangka panjang.
”Setidaknya bencana musiman ini tak terjadi terus menerus. Misalnya ada Embung Kasih di Kasiyan, Sukolilo itu segera dimanfaatkan. Itu kan tinggal menunggu serah terima. Sehingga nanti kebutuhan air di Pati selatan terpenuhi,” paparnya. (adr/him)
Editor : Ali Mustofa