Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bencana Kekeringan Mengancam Ratusan Desa di Kabupaten Pati, Ini yang Dilakukan Pemkab

Achmad Ulil Albab • Jumat, 1 September 2023 | 02:03 WIB
RAWAN KEKERINGAN: Pemkab Pati menyalurkan bantuan air bersih di Desa Kedumulyo, Jakenan kemarin. Sebanyak 194 desa rawan kekurangan air bersih.
RAWAN KEKERINGAN: Pemkab Pati menyalurkan bantuan air bersih di Desa Kedumulyo, Jakenan kemarin. Sebanyak 194 desa rawan kekurangan air bersih.

 

PATI – Penjabat (Pj) Bupati Pati, Henggar Budi Anggoro menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Kalimulyo, Kecamatan Jakenan yang menjadi salah satu daerah sulit air di Kabupaten Pati, Rabu (30/08).

Penyaluran air bersih turut dihadiri Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Pati, M. Budi Prasetya, Camat Jakenan, dan warga setempat.

Pj Bupati Pati juga menyampaikan bahwa di Kabupaten Pati terdapat 194 desa yang berpotensi terjadi kekeringan. Tapi yang mengkhawatirkan ada 58 yang perlu diakselerasi.

Ia pun menjelaskan penyaluran air bersih ini merupakan bentuk akselerasi dan membutuhkan kerja sama dari berbagai elemen masyarakat.

“Mudah-mudahan ini menjadi satu kebersamaan kita, karena untuk droping air ini tidak hanya mengandalkan dari BPBD saja, tetapi dari beberapa elemen masyarakat, dari CSR, dan kemarin ada juga dari PG Pakis dan PG Trangkil", tutur Pj Bupati Pati.

Untuk penyaluran air bersih di Desa Kalimulyo kali ini, pihaknya menyalurkan 3 tangki air bersih.

Satu warga setempat, Gunarso menyampaikan kekeringan di Desa Kalimulyo sudah terjadi sekitar tiga pekan.

"Untuk kekeringan sendiri sudah terjadi tiga mingguan. Untuk itu terima kasih kami ucapkan kepada pemda, mudah-mudahan dengan bantuan air bersih ini, masyarakat terbantu. Sehingga tidak antri sampai malam hari", ujarnya.

Gunarso berharap bantuan air bersih bisa terus ditambah apalagi saat dibutuhkan, ia juga berharap debit air PDAM bisa ditambah.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati Narso menilai pemerintah daerah perlu memikirkan jangka panjang terkait bencana alam di Kabupaten Pati, seperti kekeringan yang saat ini melanda sebagian besar desa-desa di Kota Mina Tani.

“Jauh hari sudah ada warning tentang potensi bencana kekeringan di musim kemarau. Pemerintah harus tanggap. Selain itu juga perlu memikirkan jangka panjangnya. Selama ini dari dampak adanya perubahan iklim ini saat musim hujan banjir parah saat kemarau kekeringan parah, ini harus diantisipasi,” kata Narso.

Antisipasi itu, lanjut Narso, bisa dilakukan dengan membenahi daya dukung lingkungan terhadap masyarakat. Salah satu langkahnya dengan reboisasi hutan. Sehingga bisa meminimalisir dampak bencana alam di Kabupaten Pati.

“Penanganan jangka panjang perlu kita antisipasi supaya tidak terlalu ekstrem akibat adanya perubahan iklim ini. Sehingga bisa diminimalisir. Salah satunya dengan reboisasi hutan saat ini gundul,” lanjut politisi PKS tersebut.

Untuk diketahui kekeringan yang sudah melanda wilayah Kabupaten Pati ini berdampak signifikan. Mulai dari sisi perekonomian pertanian dan perikanan hingga kebutuhan dasar rumah tangga akan konsumsi air.

“Saat ini sudah banyak yang merasakan, petani misalnya kekurangan pasokan air untuk lahannya. Ini bahaya bisa merugi. Karena itu secara jangka panjang masalah kekeringan ini harus diantisipasi dengan baik,” lanjutnya.

Selain itu saat ini masyarakat banyak yang menggantungkan kebutuhan airnya dari bantuan air bersih yang dikirim melalui BPBD, PMI maupun kelomok-kelompok relawan lainnya.

“Masyarakat sudah banyak yang merasakan dampak kekeringan ini, pemerintah melalui BPBD harus siap untuk membantu kebutuhan air bersih, juga menggandeng perusahaan-perusahaan untuk berperan melalui CSR untuk ikut membantu masyarakat,” papar Narso. (aua/him)

Editor : Ali Mustofa
#bencana alam #pati #kemarau #air bersih #kekeringan