Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kasus Ayah Bunuh Anak Kandung di Pati Terungkap, Pelaku Ternyata Sering Nonton Video Horor dan Bayi Dibuang 

Achmad Ulil Albab • Rabu, 30 Agustus 2023 | 21:41 WIB
UNGKAP KASUS: Persidangan kasus pembunuhan bayi yang dilakukan oleh ayah kandung sendiri dalam agenda mendengarkan keterangan ibu korban, Selasa (29/8).
UNGKAP KASUS: Persidangan kasus pembunuhan bayi yang dilakukan oleh ayah kandung sendiri dalam agenda mendengarkan keterangan ibu korban, Selasa (29/8).

 

 

PATI – Kasus pembunuhan bayi yang dilakukan ayah kandungnya di Pati memasuki tahap persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Pati, Selasa (29/8).

Kasus ini Kasus ini mencuri perhatian publik, lantaran terdakwa Muhammad Sholeh Ika Saputra, yang merupakan ayah kandungnya tega menghabisi nyawa darah dagingnya sendiri Naura yang masih berusia tiga bulan pada Senin (1/5) lalu.

Dalam persidangan mendengarkan kesaksian dari istri pelaku bernama Dinda Putri Fitriani, terdakwa yang berusia 20 tahun itu sering nonton video horor dan bayi dibuang.

Menurutnya, modus pembunuhan yang disampaikan Sholeh kepadanya berbeda dari keterangan polisi. Menurut polisi, suaminya membunuh anaknya dengan cara membekap menggunakan bantal.

”Saat saya jenguk di lapas, suami saya bilang tidak pernah membekap pakai bantal," katanya saat sidang kemarin.

Menurut pengakuan suaminya, lanjut Dinda, Sholeh membalik badan bayi ke arah kasur dan menekan kepalanya supaya tidak bisa bernapas.

Untuk diketahui, polisi juga menyampaikan bahwa Sholeh melancarkan aksinya karena terpengaruh film-film dan video-video horor yang sering dia tonton.

Tentang hal ini, Dinda membenarkan, Sholeh memang kerap menonton video seram. Bahkan, sebelum Naura yang merupakan putri keduanya lahir.

”Suami sering lihat film horor dan cuplikan video hantu di medsos. Saya dan ibu mertua lihat sendiri. Kami sering diperlihatkan video-video itu," katanya.

Ketika ditanyai apakah Dinda pernah menanyakan kepada Sholeh alasannya menonton video-video itu, Dinda bilang tidak pernah.

Menurut Dinda, Sholeh juga pernah memonton video tentang bayi yang dibuang orang tuanya.

”Dia bilang kasihan. Ada bayi dibuang tidak ketemu. Saya sempat larang dia nonton video-video itu. Tapi dia tetap tonton," akunya.

Menurutnya, dia dan suaminya memang belakangan kerap cekcok. Terutama lantaran perbedaan pendapat soal tempat tinggal. Dinda ingin tinggal terpisah dari mertua. Namun Sholeh tidak mau.

”Kami sering cekcok-rukun-cekcok-rukun. Saya sarankan suami pindah ke rumah saya di Kemiri (Desa Sarirejo, Kecamatan Pati Kota) yang kosong, karena ibu saya sudah meninggal. Saya ingin keluarga tinggal sendiri, supaya lebih ada privasi. Apalagi saya kurang cocok dengan mertua. Awalnya suami tidak mempermasalahkan, tapi dilarang ibu dan ayahnya. Katanya kalau pindah tidak diberi sokongan (uang kepada orang tua Sholeh)," papar Dinda.

Pertengkaran di antara Dinda dan Sholeh pernah memuncak sampai keduanya mengatakan ingin bercerai. Namun, hal itu bisa terelakkan karena dinasihati ibunya Sholeh.

Dinda menambahkan, cekcok juga kerap terjadi lantaran Sholeh tidak mau bekerja. Dia kesal dan akhirnya memutuskan berjualan es di depan gang dekat rumahnya.

”Dia jualan sejak Puasa lalu. Mau bagaimana lagi, karena suami nggak mau kerja,” imbuhnya

Sebelumnya, terdakwa mengaku anaknya hilang. Dia pun sempat berpura-pura ikut mencari bayinya. Dia bahkan melapor ke kantor polisi bahwa anaknya hilang.

Tak sampai di situ, dia juga melakukan ritual-ritual yang mengesankan bahwa sang anak diculik makhluk tak kasatmata. Keesokan harinya, Naura ditemukan dalam keadaan tewas terbungkus plastik kresek di Sungai Kaliampo, Margorejo, Pati.

Dalam persidangan di di Ruang Sidang Cakra PN Pati kemarin, Dinda Putri Fitriani, istri Sholeh hadir sebagai salah satu saksi.

Saat dimintai keterangan oleh majelis hakim, Dinda mengaku sudah menjenguk Sholeh di tahanan beberapa waktu lalu. Menurutnya, suaminya itu mengakui perbuatannya dan menyesal.

”Suami saya mengaku menyesal. Dia juga minta maaf kepada saya," kata Dinda sambil terisak.

Keterangan demi keterangan disampaikan Dinda secara terbata-bata. Kerap kali dia harus berhenti bicara, karena menahan tangis. (aua)

 

Editor : Ali Mustofa
#pembunuhan #bayi #pati #cekcok #video horor